Holiday or Holly Day

Mungkin sih judulnya bakalan nggak nyambung dengan isi post ini. Ahaha kayaknya bukan mungkin lagi tapi emang. Jadi ceritanya, liburan sudah dimulai dan saya senang! Haha, oh ya btw saya masuk IPA :) makasih atas doanya. Dua minggu ini kemungkinan besar saya nggak pergi kemana-mana sih. Selain sibuk di YESC (halah sok sibuk) juga ortu ga mau ngajakin liburan. Ahahahahaha. Makanya, utuk membunuh waktu, saya nonton film sebanyak-banyaknya. Nah, film pertama yang saya tonton adalah Q.E.D versi drama. Sebenarnya bukan film sih, tapi TV seri. Cuman saya kan nontonnya via DVD, 10 seri saya habiskan dalam 2 kali lihat. Haha, reviewnya kapan-kapan aja yah, sekarang masih males.

Habis Q.E.D, saya nonton The X-Files 2. Kalo ga salah judulnya I Want to Believe atau semacam itulah. Rating yang saya berikan 3/5. Hm, maaf. Saya suka Mulder & Scully tapi ide ceritanya menurut saya hmm, gak orisinil. Yang tentang operasi sambung leher itu – apa ya namanya – udah pernah ada di novel Fur Ubermorgen (ejaannya bener gak ya?). Penulisnya saya lupa siapa. Yang jelas tokoh utamanya namanya Paul Osborn sama Vera Monneray. Malah IMHO lebih seru novel itu. Haha maaf kalau ada yang kurang setuju. Just IMHO kok.

Film lain yang saya lihat itu film lama, Kingdom of Heaven dengan rating 4.5/5 karena pemeran utamanya adalah Orlando Bloom. Haha tapi dari segi cerita, visual effect, dan yang semacamnya juga top sih.

Yang terakhir tadi Ocean’s Thirteen. Kalau yang ini kayanya ga perlu direview ya. Udah pada tau sendiri kan. (Ahaha bilang aja males!)

Ya udah kalo gitu. Btw kalo ada yang tau tolong jawab di comment ya, siapa pemeran Himeko Enari (si queen dari klub detektif) di Q.E.D? Penasaran banget nyari di gugel gak ketemu2.

Memorizing Almamater…

Post ini didedikasikan untuk segenap civitas academica SMAN I Ponorogo, alumni, kakak-kakak kelas XII yang baru saja lulus, dan semua orang yang mencintai Smaza.
Satu tahun lalu, hari ini, saya sedang berjuang. Berjuang untuk bisa menjadi bagian dari SMAN I Ponorogo. Berjuang untuk bisa masuk ke sekolah itu, belajar di ruang kelasnya, diajar guru-gurunya, dan tentu saja, memakai jas biru almamaternya =). Berjuang untuk bisa berkata dengan bangga bahwa aku siswa smaza. Berjuang dengan belajar, belajar, dan belajar lagi. Untuk menghadapi tes masuk sekolah ini seminggu lagi. Itu setahun lalu.
Hari ini, tahun ini, UAS sudah selesai dan saya tidak ada remidi (weis, tumben…). KBM sudah tidak diadakan, jadi saya masuk sekolah jam delapan. Waktu saya sampai di depan gerbang, saya kaget juga. Ramai. Banyak anak SMP di halaman. Saya cari tulisan, oh ternyata pendaftaran untuk PSB sudah mulai dilaksanakan. Tiba-tiba saya kaget juga. Ternyata hampir dua belas bulan sudah saya jadi siswa sma. Wew, waktu berlalu cepat juga ya?
Saya jadi berpikir, wah, gimana ya rasanya jadi anak kelas XII? Harus berpisah dengan sekolah dan teman-teman dalam waktu yang sesingkat ini?
Saya jadi tergoda untuk membuat post ini. Setidaknya, untuk berbagi dengan orang-orang yang mencintai Ganesha, tentang sudut-sudut SMA Satu, sekalipun cuma foto. Buram lagi. Tapi setidaknya, ini adalah perwujudan cinta saya terhadap Smaza, sebelum tiba-tiba saya berpisah dengannya (Ahaa, sok imut gila =p)
Sebuah tulisan aneh untuk almamaterku.
SP_A9203

Kilasan hari-hari yang saya lalui di Smaza. Yang mestinya sih tidak jauh beda dengan hari-hari Anda semua.

Jalan Budi Utomo

Jalan Budi Utomo

Yang rumahnya ada di sebelah barat Smaza, mestinya familier dengan jalan ini. Karena tiap pagi pasti kalian lalui. Yang di sebelah kiri dan ada pagar birunya itulah Smaza. Yang di foto ini, bagian gerbangnya udah kelewatan, dan pagar yang kelihatan itu adalah pagar lapangan parkir. Kalau kita bawa motor, kita tidak boleh masuk lewat gerbang depan, tapi harus lewat gerbang parkir.
SP_A9180
Nah, dari gerbang parkir, kita akan masuk ke lapangan parkir. Yang di atas itulah lapangan parkir smaza. Luas gila, kan?

Familier dengan gambar ini?

Familier dengan gambar ini?

Nah, dari lapangan parkir, ada tiga alternatif jalan yang bisa dipilih untuk masuk ke area kelas: lewat depan, samping, atau belakang. Tanpa alasan yang jelas, saya biasanya lebih suka lewat depan. Yang di atas, adalah foto halaman depan smaza antara lapangan parkir dan gerbang depan. Yang dikasih atap, itu adalah tempat parkir guru. Di sampingnya ada jalan masuk, kan? Nah, kalau sudah lewat situ, Welcome to SMAZAPO.

Welcome to Smaza

Welcome to Smaza

Itu adalah jalan masuk ke Lapangan Utama. Yang di sebelah kanan itu Lab Kimia, kalau terus nanti ke kelas XI, dan kalau belok kiri, anda akan menjumpai pemandangan seperti di bawah ini.

SP_A9178
Nah, tiap hari, dari jalan masuk tadi, saya selalu belok ke kiri. Dan inilah pemandangan yang tersaji.

SP_A9191
Di sebelah kanan teras yang memanjang ini, ada Lapangan Utama. Familiar dengan lapangan ini?
SP_A9199

Di seberang lapangan itu, ada ruang-ruang kelas XI. Di sebelah kiri teras, ada ruangan-ruangan penting macam Ruang Kepsek, Ruang Wakasek, TU, Ruang Guru, Ruang Info, dan Perpustakaan. Tapi saya tidak berhenti di salah satu ruang-ruang itu. Saya terus berjalan sampai di sini.
SP_A9193
Ini adalah kelanjutan teras yang panjang tadi. Teras ini menuju ke ruang kelas X. Bangunan di kanan, adalah kelas XI S 3. Kaca di sisi kiri adalah mading YESC (English Club), ruang di sampingnya itu sekretariat YESC, dan pintu yang terbuka itu adalah Lab Bahasa. Hmm,, Lab Bahasa, mari kita tengok sebentar keadaannya.

Tempat bersarang wkwkwkwk

Tempat bersarang wkwkwkwk

Lab Bahasa adalah tempat kedua setelah kelas dimana saya paling banyak menghabiskan waktu. Ngapain? Hmm,,, internetan, makan, ngobrol. Ahaha, gak deng. Buat latian lah! Latian apa? Hm,,, ga jelas ah. Kita skip aja bagian ini. Nah, kembali ke teras yang tadi. Dari teras itu, karena saya anak kelas X-8, tepat di depan pintu Lab Bahasa, saya belok kanan.

SP_A9196
Itu dia kelas saya. Di ujung jalan =D

keren ya? huahahahaha

keren ya? huahahahaha

Kalo di klos-ap inilah jadinya.

Kelas yang 'bersih'. Hmmm...

Kelas yang 'bersih'. Hmmm...

Dan kalau masuk ke dalam kelas, inilah gambarnya. Sepi ya? Yah, soalnya gambar ini diambil bukan pada hari efektif belajar sih. Berantakan ya? Yah, kalau soal itu tolong dimaklumi =)

Dan perjalanan saya tiap pagi akan berakhir di sini. 
Saya telah menjalani rutinitas itu selama, kasarnya, sekitar sebelas bulan. Tapi saya benar-benar tidak menyangka sudah secepat itu. Selama ini, rutinitas itu sudah menjadi bagian hidup saya, dan anehnya saya tidak pernah merasa bosan. Tiap saat, selalu ada hal baru untuk dilihat, didengar, dan mungkin dikomentari di rute itu. Tapi sebelas bulan sudah berlalu, dan semoga saya naik kelas. Rute saya akan berubah, tentunya. Dari lapangan parkir, mungkin saya akan lewat jalan yang tengah untuk masuk ke lapangan utama. Dan kalau saya naik lagi ke kelas dua belas, mungkin saya akan lewat jalan belakang. Mungkin.
Anyway, mungkin tulisan ini aneh banget ya, ahaha. Tapi biar deh. Sekedar perwujudan rasa cinta pada sekolah, dan persembahan untuk kakak-kakak kelas yang aku cintai (ceileh).
Jadi kesimpulannya,,,
Saya sangat mencintai smaza dan doakan saya masuk IPA ya! Ahaha ga nyambung deh kayaknya.

P.S: Sebenarnya, masih banyak sudut-sudut penting yang tidak mendapat tempat disini. Kantin Bu So yang legendaris, kebun pisang dan mangga di belakang, lapangan yang sebelah barat, lapangan yang sebelah timur, kantin soto, kantin-kantin yang lain, gudang-gudang tersembunyi, sekret-sekret ekstra, toilet, dan kamar mandi (emang mananya yang penting?). Hm.. doakan aja saya nanti bisa bikin buat yang lain ya! (emang sapa yang pengen liat coba?)

C.M.B

Just wanna say,,,, saya adalah penggemar berat Motohiro Katou Sensei, ada yang belum tahu siapa beliau? Hm well, beliau adalah seorang mangaka, tepatnya beliau adalah penulis (atau penggambar?) dari Q.E.D, atau Quod Erat Demonstrandum, komik seri detektif gitu lah. Isinya tentang kasus-kasus kriminal (ada pembunuhan, pencurian, penculikan, kriminal pokoknya) yang dihadapi dan dipecahkan oleh So Toma, karakter utama komik ini, dengan dibantu sahabat ceweknya, Kana Mizuhara. Nah, saya suka komik ini, soalnya:

1. Saya emang suka detektif

2. Kasusnya simpel tapi keren, maksudnya ya cuma kasus gitu, gak pake unsur cerita-cerita aneh. Beda sama Meitantei Conan yang ceritanya, uhm, njelimet gitu kan.

3. So Toma itu lucu :)

Aduh postnya jadi melenceng ke Q.E.D deh. Jadi ya gara-gara saya suka banget sama Q.E.D, secara otomatis, saya juga suka sama pengarangnya, Motohiro Katou Sensei. Hm,,, dan sejak saat itu saya mulai mencari-cari nama itu kalau pergi ke TB. Hm,,, tapi so far so bad, karena sejauh itu saya cuma nemu nama itu di cover Q.E.D saja.

Tapi,,,

Awal tahun ini, saya menemukan sebuah komik yang di covernya ada nama Motohiro Katou.

Yap. Berarti, komik itu dibuat oleh Motohiro Katou Sensei! Judulnya C.M.B

Oke, saya emang telat taunya. Tapi maklumin lah,, Ponorogo gitu.

So, back to the topic, saya pun ambil komiknya, lalu saya pinjam, bawa pulang, dan baca di rumah.

Ternyata,,,, KEREN!

Motohiro Katou Sensei banget. Masih berhubungan dengan misteri-misteri gitu, kasusnya simpel, dan tokoh utamanya lucu :)

Tapi yang beda dari C.M.B itu, kok kesannya SOSIAL banget ya? Jadi gini, kalo di Q.E.D tokoh utamanya si So Toma yang kuliah di MIT dan ambil jurusan MATEMATIKA (which is sooo IPA), nah di C.M.B ini tokoh utamanya Shinra Sakaki yang jadi Kepala Museum Shinra which is sooo IPS (museum–>sejarah–>IPS).

Aduh, postingan ini mulai gak fokus.

Tapi waktu saya membaca C.M.B, saya merasa senang. Banyak pengetahuannya, banyak sejarahnya, dan saya suka sama sejarah kok.

Aduh aduh

Inti postingan ini sih: baca aja C.M.B, keren kok.

Ahaha, cuman nambah-nambahin isi blog kok, biar keliatan sering di-update gitu doang :mrgreen:

p.s.: Raga bikin blog dan gw rasa salah satu postingannya harus dihapus demi tercapainya kedamaian di muka bumi ini. Buset, bener-bener bikin gw malu.

Occam’s Razor dalam Debate

Dua post saya sebelumnya menyebut-nyebut tentang Occam’s Razor, dan kali ini saya ingin membahas soal itu. Hanya saja, bukan pembahasan secara general yang bakal saya poskan, kalo itu mah tinggal tanya wikipedia. Tapi tentu saja, bahasan Occam’s Razor ini akan saya sambung-sambungkan dengan (apalagi kalo bukan) debate! Yap, debate.
Tapi sebelumnya, apakah Occam’s Razor itu?
“If there are more than one theory to explain the same thing, choose the simplest.”
Sederhananya sih seperti itu. Atau kalau mau lebih sederhana lagi, ini:
“The simplest is the truest.”
Occam’s Razor menjelaskan bahwa kalau ada dua cara untuk mencapai tujuan, cara yang paling sederhanalah yang paling benar.

Lalu, apa hubungannya dengan debate?

Suatu kali saya diberi tahu seorang adju:
“You and your team have a big problem: all of you have a complicated think. You set your argument too high. At once it seemed perfect, you told about its further impact but when I analyzed it more, I even doubt that your argument is logic. Everything was just like a big lie. You had gone too far, child, and I don’t like it.”

Jadi, adjudicator ternyata tidak menyukai pikiran yang terlalu jauh, terlalu rumit, terlalu kompleks. Ruwet. Dan kebanyakan orang masih berpikir bahwa dalam membuat argumen, mereka harus membuatnya sesempurna mungkin. Sempurna, emang boleh. Tapi seringkali orang-orang membuat argument mereka jadi terlalu sempurna. Sehingga boleh jadi argument yang mereka tawarkan jadi aneh, jadi terlalu rumit. Dan akhirnya malah terkesan mengada-ada.

Lebih baik kita berpikir dengan cara yang lebih sederhana saja. Pikirkan sesuatu yang mudah, lalu jelaskan sehingga hal itu bisa terlihat bagus di depan juri. Keuntungannya ada banyak:
1.Kalian tidak perlu memaksa otak kalian berpikir terlalu keras, untuk sesuatu yang sebenarnya kalian sendiri belum paham maksudnya apa.
Sebuah argumen yang sederhana tidak akan menimbulkan banyak kesulitan waktu menjelaskannya. Argumen yang sederhana itu, bagi kalian akan mudah dimengerti, sehingga kalian bisa berada di tahap understanding the motion, dan kalau sudah, improvisasi, elaborasi, tentunya bukan lagi jadi masalah bagi anda, kecuali kalau anda punya masalah dengan Public Speaking.
Argumen yang sederhana bisa didapat dengan melihat sebuah tema (atawa motion) dan mencari argumen apa saja yang bisa dipake nanti. Kalau sudah, coba perhatikan list argumen yang didapat dan cari argumen yang paling simple, baru kemudian kembangkan argumen itu sehingga menjadi sempurna.
2.Adju kalian akan senang.
Adju memang harus dibuat senang. Itulah tugas kita. Kita harus meyakinkan si adju, bahwa kita tu sedang menghadapi masalah besar, dan kita ingin menyelesaikan masalah ini dengan mengajukan/menolak proposal yang diajukan tim proposition. Adju itu istilahnya sih, tinggal makan doang. Jadi kita harus berikan dia argumen yang sudah matang, yang sudah dielaborasi, sehingga sang juri di kursinya tidak perlu berpikir.
Enaknya lagi, dengan argumen yang simple, juri kalian bisa mengerti “Oh, ini toh maksud argumen tim ini…” dan yang semacam itulah, karena, FYI, kadang-kadang adjudicator itu lebih bodoh dari kamu, jadi, gak ada alasan lagi untuk tidak mencoba berpikir simpel.

Penerapan Occam’s Razor ini prakteknya sih susah emang. Bisa, tapi jarang ada yang bisa menjamin bahwa ini benar-benar Occam’s Razor seratus persen. Tapi dalam penggunaannya, meski belum 100%, itu lebih baik dari pada tidak punya sama sekali.

Iya gak?

Occam’s Razor!

Welcome Acer

Di post kemaren, gw bilang gw lagi nunggu netbook.

Sekarang netbooknya udah dateng! :D

Tapi ga kayak di gambar (Samsung NC 10 white), yang dateng malah ACER ASPIRE ONE 10″

But for me it’s enuff.

Thx God! X)

Gw punya satu sekarang! :)Gw punya satu sekarang! :)

Oh iya,, pengen ngepost soal Occam Razor, tp besok aja deh.

Ni make laptop Lab bahasa.

OK. Besok deh,,,!

Sedang Menunggu…

I wait him :)

I wait him :)

I wait him,,, :P

Btw, kenapa him?
Karena entah kenapa gw ngerasa netbook ini cowok.
Dan kenapa netbook?
Karena alasan gw: netbook lebih simpel dari notebook. Dan simpler is better.

Go Go Occam Razor !!

Gw Bosen

Gak semangat ngapa-ngapain. Males banget rasanya.
Bosen.
Di rumah pengen online, begitu onlen malah nggak tahu harus ngapain.
Gak ada ide buat posting.
Formulir AFS belon diisi.

Bosen.
Hidup ini membosankan yah?

Dan Aku Tak Akan Pernah Puas

Manusia adalah orang yang serakah. Tidak pernah puas atas segala sesuatu yang sudah dimilikinya. Sudah punya sepeda, pengen motor. Punya motor pengen mobil. Punya mobil pengen truk. Punya truk pengen bajaj. Ahaha, contohnya garing ya? Ini mah persis ceramahnya Pak Ustad masjid waktu Maulud kemaren!

Tapi memang manusia adalah orang yang serakah. Kalau manusia tidak serakah, maka tak akan ada pepatah-pepatah macam “Rumput tetangga selalu lebih hijau” dan “lumba-lumba tetangga selalu terlihat lebih lucu”. Aduh, mulai ngaco nih.

Serakah itu selalu diasosiasikan dengan sifat. Dan sifat yang diasosiasikan dengan serakah itu adalah sifat buruk (kok rasanya kalimatnya njelimet?). Kenapa sifat buruk? Nah, itulah pertanyaannya.

Sebagai seorang debater, bagi saya pertanyaan kenapa a.k.a why adalah pertanyaan yang menyebalkan. Karena kalau ada pertanyaan kenapa maka itu berarti kita harus menjawab karena. Dan karena itu berarti kita harus menjelaskan. Dan menjelaskan itu menyebalkan. Soalnya penjelasan itu harus rinci. Rinci itu panjang. Dan panjang itu menghabiskan waktu. Belum lagi, saya memang tidak terlalu suka menjelaskan. Dan satu alasan lagi, pertanyaan kenapa itu selalu berbuntut. Kenapa berbuntut? Karena kenapa memerlukan jawaban. Kenapa memerlukan jawaban? Karena itu adalah pertanyaan. Kenapa itu adalah pertanyaan? Ah, stop. Sudah mengerti maksudnya, kan?

Tapi, kenapa adalah teman baik saya, kalau saya jadi orang yang bertanya :) . Duh, kok jadi ngomongin kenapa ya?

Jadi, kita balik ngomongin serakah lagi.

Serakah itu apa? Apakah itu sifat seseorang yang selalu ingin lebih. Lebih dari sekarang. Lebih dari semua orang. Lebih baik. Lebih cepat. Lebih keren. Lebih lucu. Kalau iya, apa dong indikator orang serakah itu? Orang yang selalu pengen punya apa yang orang lain punya? Orang yang gak suka kalo ada orang lain yang lebih hebat dari dia? Orang yang gak pernah puas terhadap hidupnya?

Well, kalo indikator ketiga diatas itu benar, berarti saya orang serakah. Karena saya seringkali merasa tidak puas dengan hidup saya. Tidak puas karena apa? Banyak hal. Contoh: saya gak puas karena nilai fisika saya 4, saya gak puas karena menurut saya, hidung saya bentuknya aneh. Saya gak puas karena gak bisa beli sepatu yang saya suka banget di Matahari karena harganya menyebalkan. Banyak. Banyak.

Berdosakah saya pada Tuhan? Pastinya. Seharusnya saya bersyukur atas segala yang telah Dia izinkan untuk saya punyai. Tapi selalu saja ketidakpuasan itu ada. Salahkah saya? Ya, salah. Kenapa salah? Aduh, jadi kenapa lagi….

Suatu ketika saya coba untuk puas dengan apa yang saya peroleh. Saya coba puas waktu diledek orang gara-gara hidung kegedean. Saya coba puas waktu sepatu di Matahari kemaren dibeli orang.  Susah sih, tapi saya rela.

Tapi… (ya, ada tapinya) ada satu yang tidak saya relakan. Nilai fisika saya. 4. Nilai apaan tuh? OK. Saya coba puas. Maka waktu saya dipanggil guru dan ditanya pesan-kesan soal nilai saya itu (maksudnya ngasih hukuman), saya jawab:

“Saya puas kok bu dengan nilai ini.”

DHUUUUARR!

Seketika kaca-kaca kelas pecah. Lho, saya barusan berusaha untuk bersyukur tuh, tapi kenapa malah kiamat?

Oh, ternyata itu ledakan amarah guru saya. Saya dimarahi. Seorang pelajar tidak boleh puas dengan apa yang telah dicapainya. Orang yang baik akan terus mencari kepuasan, dengan berusaha lebih baik dari yang sebelumnya. Hingga akhirnya ia akan mencapai kepuasan itu. Kalau orang itu telah merasa puas, disitulah perjalanannya, atau usahanya berakhir. Dan itu tergantung si orang sih, kapan dia mau mengakhiri perjalanannya. Yang jelas, makin panjang perjalanannya, makin lama ia akan mendapat kepuasan, tapi hal yang ia dapatkan juga makin banyak.

Sekarang saya jadi bingung.

Kita harus bersyukur (puas dengan segala yang kita miliki) atau harus berusaha (jangan pernah puas dengan segala yang kita miliki)?

Saya nggak tahu. Juga nggak pengen tahu. Jujur, saya sendiri bingung dengan tulisan di atas. Loh, saya nulis sepanjang ini toh ternyata. Saya belum sepenuhnya kenal dengan diri saya sendiri. Yang saya tahu, saya ini memang sulit buat jadi puas. Yang saya tahu saya banyak dosa. Yang saya tahu saya bingung.

Tapi ya, tapi.

Saya rasa guru saya benar. Kadang rasa tidak-mudah-puas itu memang diperlukan. Atau mungkin selalu diperlukan?

Saya memang tak akan pernah puas.

PS: Meski begitu saya nggak seserakah itu, kok. Saya memang positif dengan indikator orang serakah nomor 3. Tapi yang no. 1  sama 2 enggak kok.

Indikator 1:

Orang yang selalu pengen punya apa yang orang lain punya

Saya nggak.

Orang yang gak suka kalo ada orang lain yang lebih hebat dari dia

Yang ini juga nggak.

Bukti yang mendukung akan saya lampirkan kemudian :mrgreen:

PPS:

Aduh, billingnya udah 7rebu

Recent Update

Just a little update. Ok, hari ini gw cuman mw jujur dikit. Jadi, jadi gw mw berterus terang kalo gw sekarang sekolah di Smazapo. Buat yang gak tau smazapo itu apa, silakan klik di sini .
Hmmm… alasan khusus kenapa saya (eh, kok jadi saya, ya?) berterus terang soal ini adalah karena banyak postingan saya yang terpaksa saya hapus dari rencana terbit, gara-gara niat baik saya untuk jadi anonim.

Yah,,, lagi-lagi ini postingan gak penting gitu. Tapi yah,,, moga-moga bisa jadi jalan baru buat saya untuk posting macem-macem hal di sekolah saya.

Amien.

m_(-_-)_m

Hidup Kira Akhir-akhir Ini

Udah musim UTS (Ulangan Tengah Semester), jadi kegiatan saya akhir-akhir ini nggak banyak. Tapi, 5 hal yang masih terus saya lakukan adalah….

1. Makan, minum, bernapas, tidur
*minta ditimpuk*
2. Belajar
Lha iya,,,, sok rajin banget. Tumben…
3. Debat
Akhirnya, saya bisa enjoy juga meskipun saya pernah mengalami hal ini
4. Baca buku, nonton film, denger musik
Nggak bisa enggak deh, pokoknya!
5. Hal-hal lain yang nggak begitu penting seperti ngeraut pensil, dll.

Hahaha.

Ya gitu deh…

« Previous entries Next Page » Next Page »