Jauh…

2008 November 19
by reikira

Sebelumnya, saya minta maaf atas lamanya absen saya di blogosphere…. Bukannya saya males ngeblog, bukan, tapi ternyata minggu remidi dan persiapan kemah-tiga-hari memakan waktu lebih lama dari yang saya duga. Lalu akhirnya, kemarin hari Senin, waktu saya sudah duduk dengan manisnya di salah satu cubicle warnet dan baru sempet membalas dua komen, tiba-tiba…

tiba-tiba…

listrik mati

oh, yeah… daripada kebanyakan prolog, lebih baik langsung saja masuk ke artikel….

Seperti yang telah saya janjikan sebelumnya.  saya akan publikasikan post saya yang judulnya “Jauh…”

Baik, pernahkan anda merasakan perasaan semacam “dekat tapi jauh”? Tentunya sudah. Itu semacam perasaan dimana anda punya sesuatu yang ingin diraih, dan sesuatu itu begitu dekat dengan anda (dalam arti sebenarnya), tapi rasanya ada semacam dinding penghalang antara anda dan sesuatu itu, yang membuatnya jadi tampak jauh.

Contoh yang mudah adalah sebagai berikut. Suatu siang anda pergi ke kantin sekolah/kampus/kantor untuk makan. Setelah anda memesan makanan anda melihat sekeliling dan mendapati bahwa orang yang anda taksir saat itu sedang berada hanya jarak tiga meja dari anda. Itu jarak yang dekat, kan? Tapi apakah anda berani mendatanginya lalu menyapanya? Hm… saya rasa yang menjawab iya tak sampai 40%.

Perasaan seperti ini biasa terjadi. Sebuah fenomena yang umum. Dan setelah itu anda biasanya akan mengutuki diri sendiri karena merasa pengecut. Yang nggak kuat mental mungkin frustasi, lalu depresi, dan akhirnya bunuh diri (Nggak segitunya, ih. Hiperbolis banget)

Ya, ya, ini umum terjadi. Banyak kejadian begini di masyarakat. Tapi sejauh ini saya belum menemukan artikel psikologi yang membahas soal ini,ya. Atau saya yang bodoh? Mungkin sebenarnya sudah banyak yang membahas, tapi sayanya aja yang nggak sadar? (keliatannya emang gitu, kira!)

Saya penasaran sekali, soalnya saya sendiri sering mengalami hal ini (bukan dengan cowok, bukan!). Tapi saya tak menemukan satu penjelasan pun soal ini. Makanya, kalo ada yang tau, saya pengen minta tolong. :)

Oh, iya, tolong bedakan antara “dekat tapi jauh” dengan “jauh tapi dekat”. “Dekat tapi jauh” adalah yang sedang kita bahas ini, sedang “jauh tapi dekat” adalah semacam kata-kata yang sering dipake dalam lirik lagu pop yang sering dibawakan band-band anak muda negara kita.

hah… kabur dulu, sebelum billing naek :)

ps: post ini saya buat pada hari terakhir sebelum saya kemah, mungkin sekitar tanggal 5, tapi begonya, waktu itu saya tekan save, bukannya publish :)

see, who do foolish here?

me do

2 Responses leave one →
  1. 2008 November 19

    Waduw.. Sibuk banget ya?

  2. 2008 November 22

    begitulah, hehe…

    maklumlah anak kelas atu…
    wajib ikut kegiatan ini itu :mrgreen:

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS