Memorizing Almamater…
Post ini didedikasikan untuk segenap civitas academica SMAN I Ponorogo, alumni, kakak-kakak kelas XII yang baru saja lulus, dan semua orang yang mencintai Smaza.
Satu tahun lalu, hari ini, saya sedang berjuang. Berjuang untuk bisa menjadi bagian dari SMAN I Ponorogo. Berjuang untuk bisa masuk ke sekolah itu, belajar di ruang kelasnya, diajar guru-gurunya, dan tentu saja, memakai jas biru almamaternya =). Berjuang untuk bisa berkata dengan bangga bahwa aku siswa smaza. Berjuang dengan belajar, belajar, dan belajar lagi. Untuk menghadapi tes masuk sekolah ini seminggu lagi. Itu setahun lalu.
Hari ini, tahun ini, UAS sudah selesai dan saya tidak ada remidi (weis, tumben…). KBM sudah tidak diadakan, jadi saya masuk sekolah jam delapan. Waktu saya sampai di depan gerbang, saya kaget juga. Ramai. Banyak anak SMP di halaman. Saya cari tulisan, oh ternyata pendaftaran untuk PSB sudah mulai dilaksanakan. Tiba-tiba saya kaget juga. Ternyata hampir dua belas bulan sudah saya jadi siswa sma. Wew, waktu berlalu cepat juga ya?
Saya jadi berpikir, wah, gimana ya rasanya jadi anak kelas XII? Harus berpisah dengan sekolah dan teman-teman dalam waktu yang sesingkat ini?
Saya jadi tergoda untuk membuat post ini. Setidaknya, untuk berbagi dengan orang-orang yang mencintai Ganesha, tentang sudut-sudut SMA Satu, sekalipun cuma foto. Buram lagi. Tapi setidaknya, ini adalah perwujudan cinta saya terhadap Smaza, sebelum tiba-tiba saya berpisah dengannya (Ahaa, sok imut gila =p)
Sebuah tulisan aneh untuk almamaterku.

Kilasan hari-hari yang saya lalui di Smaza. Yang mestinya sih tidak jauh beda dengan hari-hari Anda semua.

Jalan Budi Utomo
Yang rumahnya ada di sebelah barat Smaza, mestinya familier dengan jalan ini. Karena tiap pagi pasti kalian lalui. Yang di sebelah kiri dan ada pagar birunya itulah Smaza. Yang di foto ini, bagian gerbangnya udah kelewatan, dan pagar yang kelihatan itu adalah pagar lapangan parkir. Kalau kita bawa motor, kita tidak boleh masuk lewat gerbang depan, tapi harus lewat gerbang parkir.

Nah, dari gerbang parkir, kita akan masuk ke lapangan parkir. Yang di atas itulah lapangan parkir smaza. Luas gila, kan?

Familier dengan gambar ini?
Nah, dari lapangan parkir, ada tiga alternatif jalan yang bisa dipilih untuk masuk ke area kelas: lewat depan, samping, atau belakang. Tanpa alasan yang jelas, saya biasanya lebih suka lewat depan. Yang di atas, adalah foto halaman depan smaza antara lapangan parkir dan gerbang depan. Yang dikasih atap, itu adalah tempat parkir guru. Di sampingnya ada jalan masuk, kan? Nah, kalau sudah lewat situ, Welcome to SMAZAPO.

Welcome to Smaza
Itu adalah jalan masuk ke Lapangan Utama. Yang di sebelah kanan itu Lab Kimia, kalau terus nanti ke kelas XI, dan kalau belok kiri, anda akan menjumpai pemandangan seperti di bawah ini.

Nah, tiap hari, dari jalan masuk tadi, saya selalu belok ke kiri. Dan inilah pemandangan yang tersaji.

Di sebelah kanan teras yang memanjang ini, ada Lapangan Utama. Familiar dengan lapangan ini?

Di seberang lapangan itu, ada ruang-ruang kelas XI. Di sebelah kiri teras, ada ruangan-ruangan penting macam Ruang Kepsek, Ruang Wakasek, TU, Ruang Guru, Ruang Info, dan Perpustakaan. Tapi saya tidak berhenti di salah satu ruang-ruang itu. Saya terus berjalan sampai di sini.

Ini adalah kelanjutan teras yang panjang tadi. Teras ini menuju ke ruang kelas X. Bangunan di kanan, adalah kelas XI S 3. Kaca di sisi kiri adalah mading YESC (English Club), ruang di sampingnya itu sekretariat YESC, dan pintu yang terbuka itu adalah Lab Bahasa. Hmm,, Lab Bahasa, mari kita tengok sebentar keadaannya.

Tempat bersarang wkwkwkwk
Lab Bahasa adalah tempat kedua setelah kelas dimana saya paling banyak menghabiskan waktu. Ngapain? Hmm,,, internetan, makan, ngobrol. Ahaha, gak deng. Buat latian lah! Latian apa? Hm,,, ga jelas ah. Kita skip aja bagian ini. Nah, kembali ke teras yang tadi. Dari teras itu, karena saya anak kelas X-8, tepat di depan pintu Lab Bahasa, saya belok kanan.

Itu dia kelas saya. Di ujung jalan =D

keren ya? huahahahaha
Kalo di klos-ap inilah jadinya.

Kelas yang 'bersih'. Hmmm...
Dan kalau masuk ke dalam kelas, inilah gambarnya. Sepi ya? Yah, soalnya gambar ini diambil bukan pada hari efektif belajar sih. Berantakan ya? Yah, kalau soal itu tolong dimaklumi =)
Dan perjalanan saya tiap pagi akan berakhir di sini.
Saya telah menjalani rutinitas itu selama, kasarnya, sekitar sebelas bulan. Tapi saya benar-benar tidak menyangka sudah secepat itu. Selama ini, rutinitas itu sudah menjadi bagian hidup saya, dan anehnya saya tidak pernah merasa bosan. Tiap saat, selalu ada hal baru untuk dilihat, didengar, dan mungkin dikomentari di rute itu. Tapi sebelas bulan sudah berlalu, dan semoga saya naik kelas. Rute saya akan berubah, tentunya. Dari lapangan parkir, mungkin saya akan lewat jalan yang tengah untuk masuk ke lapangan utama. Dan kalau saya naik lagi ke kelas dua belas, mungkin saya akan lewat jalan belakang. Mungkin.
Anyway, mungkin tulisan ini aneh banget ya, ahaha. Tapi biar deh. Sekedar perwujudan rasa cinta pada sekolah, dan persembahan untuk kakak-kakak kelas yang aku cintai (ceileh).
Jadi kesimpulannya,,,
Saya sangat mencintai smaza dan doakan saya masuk IPA ya! Ahaha ga nyambung deh kayaknya.
P.S: Sebenarnya, masih banyak sudut-sudut penting yang tidak mendapat tempat disini. Kantin Bu So yang legendaris, kebun pisang dan mangga di belakang, lapangan yang sebelah barat, lapangan yang sebelah timur, kantin soto, kantin-kantin yang lain, gudang-gudang tersembunyi, sekret-sekret ekstra, toilet, dan kamar mandi (emang mananya yang penting?). Hm.. doakan aja saya nanti bisa bikin buat yang lain ya! (emang sapa yang pengen liat coba?)
asli ponorogo?
salam kenal..
asli ponorogo?
salam kenal..
jjjj
hehem,, maaf baru sempet ditanggepi. he eh, salam kenal juga
E…rekues dong, kalo ada foto Ponorogo lagi diupload ke sini…udah 12 tahun ga ke sana…lewat pun nggak
ok… request diterima