Grey’s Anatomy
Bulan puasa ini, Kakak saya yang kuliah di Depok pulang ke rumah. Dia bawa laptop dan modem Sierra 881. Selama di rumah, kerjaan dia cuma 2: nonton Grey’s Anatomy dan mendownload Grey’s Anatomy.
Saya yang merasa diacuhkan dan merasa terganggu karena dia mendownload Grey’s Anatomy dalam setiap kesempatan sehingga saya tidak bisa pinjam modem, karena bosan, akhirnya mencopy beberapa episode awal dari Grey’s Anatomy dan menontonnya di laptop saya sendiri.
Dan ternyata saya suka =D
———————————
Grey’s Anatomy adalah serial TV di Amerika Serikat yang ditayangkan oleh ABC. Grey’s Anatomy bercerita tentang kehidupan 5 dokter bedah muda yang baru memasuki dunia kerja yang sebenarnya di Seattle Grace Hospital. Mereka adalah Meredith Grey (Ellen Pompeo) , George O’Malley (T.R. Knight), Isobel “Izzie” Stevens (Katherine Heigl), Cristina Yang (Sandra Oh), dan Alex Karev (Justin Chambers). Sebagai dokter muda, mereka dimentori oleh Miranda Bailey (Chandra Wilson). Seattle Grace Hospital dikepalai oleh Chief Richard Webber (James Pickens, Jr.) dan memiliki 2 dokter bedah kelas dunia, Derek Shepherd (Patrick Dempsey) dan Preston Burke (Isaiah Washington). Kisah di Grey’s Anatomy nantinya akan berputar di sekeliling tokoh di atas. Baik itu kisah seputar masalah keluarga, seperti Meredith yang ibunya menderita Alzheimer; masalah cinta; masalah pekerjaan; dan masalah persahabatan.
Yang lebih menarik, dalam tiap episodenya, Grey’s Anatomy selalu memiliki judul atau lebih tepat disebut tema tersendiri yang bisa mewakili jalan cerita episode tersebut. Misalnya dalam episode 1 season 1, A Hard Days Night yang dijadikan tema sangat cocok menggambarkan kisah awal 5 dokter muda itu yang baru pertama kali menjalani shift 48 jam di rumah sakit dan masih belum terbiasa dengan dunia kerja yang sangat berbeda dengan dunia sekolah mereka.
Selain itu, tiap episode biasanya akan dibuka dengan narasi dari Meredith, tentang sesuatu dalam hidup yang akan dibahas dalam episode tersebut. Narasi ini menurut saya termasuk ciri yang kuat dalam Grey’s Anatomy dan salah satu bagian favorit saya.
Sebenarnya secara keseluruhan, plot yang ada dalam Grey’s Anatomy sangat halus, dan tampaknya bukan plot besar. Hanya plot sehari-hari, seperti bagaimana hubungan cinta Meredith dan Derek, atau hubungan Cristina dan Burke, atau Izzie dan Alex. Bagaimana masalah menimpa hubungan mereka di episode ini dan kelanjutannya di episode selanjutnya. Meskipun begitu, seri ini menjadi salah satu prime time serial di Amerika Serikat. Saya tidak terkejut, bagaimanapun juga, saya suka serial ini. Untuk review yang saya rekomendasikan, silakan kunjungi halaman ini.
Oke, jadi apa yang saya suka dari Grey’s Anatomy? Saya akan jelaskan. Cekidot!
1. Grey’s Anatomy tidak punya Mary Sue atau Gary Stu
Mary Sue atau Gary Stu adalah sebutan untuk tokoh yang sempurna dalam segala-galanya dari sananya. Dia cantik, baik hati, pintar, polos, ramah, tidak egois, dan yang jelas jadi rebutan banyak pria (kalau wanita) dan tampan, baik hati, pintar, jantan, pemberani, lembut, dan digilai banyak wanita (kalau pria). Mary Sue dan Gary Stu ini mudah sekali dijumpai dalam banyak karya. Contoh paling mudah adalah Bella Swan dari Twilight.
Nah, di Grey’s Anatomy, di episode 1.1 saya sempat melihat Meredith Grey sebagai salah satu dari Mary Sue. Dia putri dari Ellis Grey, dokter bedah terhebat pada zamannya dulu. Dia bisa mendapatkan Derek Shepherd, the McDreamy of the hospital. Tapi seiring berjalannya waktu, saya bisa melihat bahwa Meredith Grey bukan Mary Sue, terutama di season 2, karena Mary Sue tidak akan tidur dengan 3 pria berbeda. Meskipun sayangnya kasus bom di episode 2.16-2.17 agak mengacaukan ke-nonmarysue-an Meredith. Tapi Meredith masih punya sisi egois. Dia tidak menyukai ibunya, dan menganggap bahwa ibunya terkena Alzheimer itu memalukan, karena itu dia merahasiakan keberadaan ibunya dari seluruh rekan kerjanya di rumah sakit. Mary Sue jelas tidak akan melakukan hal seperti itu. Tokoh lainnya, George, Izzie, Cristina, dan Alex, jelas tidak masuk kategori Sue, dengan alasan yang sebaiknya Anda temukan sendiri setelah melihatnya
2. Grey’s Anatomy bukan bundelan mimpi
Serial TV, apalagi jika genrenya drama seperti Grey’s, punya kecenderungan untuk jadi dramatis. Dramatis di sini bisa berarti salah satu dari para tokoh utama, misalnya Izzie, tengah menghadapi seorang wanita yang ingin ovarium dan payudaranya diambil karena dia tidak ingin terkena kanker turunan dari orang tuanya. Izzie mencoba meyakinkan wanita itu agar tidak melakukannya, karena menurut Izzie, manusia tidak bisa menghilangkan bagian tubuhnya begitu saja, karena itu adalah bagian dari tubuh. Pembicaraan dengan wanita itu dan pembicaraan dengan Alex, pacar Izzie, tentunya dengan sedikit ledakan emosi dari Izzie, jika Grey’s ini benar-benar dramatis, harusnya endingnya wanita itu tidak jadi mengangkat ovarium dan payudaranya. Tapi tidak. Kenyataannya, Izzie hanyalah dokter muda di SGH, dan Izzie tidak kenal wanita itu secara pribadi. Sekalipun Izzie marah, emosi pada wanita itu, tapi Izzie tetap saja cuma dokter muda, yang opininya tidak berpengaruh terhadap kenyataan di dunia ini.
3. Grey’s Anatomy bukan sekedar bercerita tentang operasi dan orang sakit, tapi tentang kehidupan.
Meskipun adegan-adegan di Ruang Operasi merupakan salah satu daya tarik tersendiri (bagi saya sih) di Grey’s, tapi yang paling menarik adalah cara Grey’s Anatomy mengajak penontonnya untuk melihat kehidupan secara lebih dekat. Seperti yang saya bilang, setiap episode akan selalu diawali dengan narasi tentang kehidupan. Dalam satu episode, kita bisa belajar bahwa setiap orang pasti punya kecenderungan untuk berbohong, atau bahwa tiap orang tidak akan bisa menyimpan rahasia selamanya, atau masalah-masalah hidup lainnya.
Masalah dalam hidup ini ada banyak, seperti ketahuan telah membohongi atasan, atau memergoki pacar kita selingkuh, atau terkena ancaman dipecat, atau tanpa sengaja melakukan kesalahan saat operasi sehingga pasien yang seharusnya sehat justru makin sakit. Kita tidak akan bisa menghindar dari kesalahan, seteliti apa pun kita, seperfeksionis apa pun kita, masalah dan kesalahan akan selalu mengikuti kita, mencari celah untuk muncul dan membuat kita depresi. Tapi yang bisa saya – dan mungkin Anda – pelajari adalah, bahwa saat kita melakukan kesalahan, hidup tetap harus berlanjut. Mungkin hari ini bos kita mengancam akan memecat kita, karena kesalahan yang sebenarnya bukan salah kita, tapi hanya karena kita berada di tempat, waktu, dan suasana yang salah. Mungkin hari ini saya menghilangkan uang milik orang tua sebesar 1 juta dalam perjalanan pulang dari bank, dan nanti malam saya akan disidang keluarga. Mungkin hari ini Anda putus dengan pacar Anda. Tapi apa pun yang terjadi hari ini, kita masih punya hidup yang harus diurus besok. Karena itu, seburuk apa pun masalah yang kita dapatkan, terima saja. Lalu selesaikan. Kalau tidak selesai, coba lagi. Kalau memang kita lelah mencoba menyelesaikannya, seperti kata-kata di cover binder Campus saya,
Rest if you mus, but don’t quit
Itulah yang saya tangkap dari Grey’s Anatomy. Dan karena itu saya menyukainya. Anda penasaran? Silakan download. Saya merekomendasikan cinema3satu . Anda tidak peduli? Well, have a nice day. Terima kasih sudah membaca =D

emang keren banget ini serial
makasi udah share..