Skip to content

Haru, Hallyu, dan Smash(?)

January 4, 2011

Sebenernya ada pikiran buat bikin tulisan tentang hallyu sejak nonton film Korea yang judulnya Haru, dikasih sama temenku. Judul lengkapnya, Haru: An Unforgettable Day in Korea. Hmm.. dari judulnya udah ketauan provokatif banget kan ini film pasti bakalan pro-Korea, maksudnya bakalan bagus-bagusin Korea gitu lah. Tapi gak papa, akhirnya aku nonton juga soalnya aktor sama aktris yang main disana canggih-canggih semua. Ada 5 pemeran utama yang masing-masing diperankan oleh Yunho (TVXQ), Lee Dae He, Kim Bum, Han Chae Won, dan Park Si Ho. Plus 5 anggota grup musik Big Bang. Mereka di dunia akting udah punya nama lah, jadinya nonton deh.
Ternyata, baru masuk intro aku udah suka sama filmnya. Aku yakin itu gara-gara kualitas videonya yang bagus. Bisa dibikin fullscreen di netbook aku yang layarnya 10’’ dan gambarnya jelas banget. Lantas masuk ke jalan ceritanya, sebenernya aku gak begitu ngeh gimana plotnya karena aku nonton tanpa subtitle. Tapi begitu nonton rasanya gak pengen berhenti, bukan karena plotnya tapi karena filmnya diproduksi sedemikian rupa sampai bisa memperlihatkan gimana bagusnya Korea itu. Jadi selama nonton film itu kita disuguhi gambaran bahwa Korea is the place for all of your dream. Di sana ada cewek cantik cowok ganteng (dengan menunjukkan bahwa aktor-aktris yang mereka pakai itu cantik-cantik ganteng-ganteng semua). Di sana transportasinya bagus (settingnya ada di dalam kereta, dan keretanya keren). Di sana ada makanan enak (ada adegan Park Si Ho masak masakan Korea). Dan lokasi yang mereka pakai buat syuting itu emang bagus-bagus semua. Susah jelasinnya, mending cari sendiri filmnya terus tonton sendiri karena emang mereka bagus bikinnya.
Habis nonton, sambil mikir ‘nah kayak gini dong kalo bikin film’ aku bingung juga. Niat banget ya itu PH yang bikin, buat film yang durasinya Cuma 30 menit kayak Haru, mereka make 5 aktor-aktris semahal orang-orang itu ya. Belum lagi dari setting lokasi yang mereka pakai, yakin deh itu semua butuh biaya gak sedikit. Akhirnya karena penasaran aku googling film ini. Dan ternyata film ini sengaja dibikin pemerintah Korea untuk mempromosikan negara mereka, sekaligus mensukseskan semangat hallyu mereka. Aku Cuma bisa manggut-manggut, keren aja pemerintahnya mau ngabisin dana dan bisa punya ide buat promosiin budaya mereka lewat film yang mereka tahu bakalan menarik perhatian orang-orang yang suka Korea dilihat dari aktor-aktrisnya demi semangat hallyu mereka.
Nah, Hallyu.
Hallyu apaan sih? Hallyu itu adalah nama yang orang pakai untuk menyebut Korean Wave atau kalau diindonesiakan boleh lah jadi istilah Demam Korea. Hallyu ini dimaksudkan untuk menyebut fenomena masuknya budaya pop Korea ke negara-negara lain. Budaya pop itu sendiri maksudnya budaya yang baru lahir di masa-masa sekarang, misalnya K-Pop sama K-drama yang emang udah punya penggemar di tingkat dunia. Nah, pemerintah Korea ini lagi gencar-gencarnya mempromosikan budaya popnya ke seluruh dunia. Salah satu caranya ya dengan bikin film Haru diatas. Menurut Wikipedia, Korea saat ini menjadi salah satu dari Top 10 Culture Exporter Countries dunia. Gak heran sih, karena fandom-fandom K-Pop dan K-drama bener-bener jaya sekarang. Berapa banyak fansite-fansite yang didedikasikan untuk K-Pop dan K-drama? Gak keitung dan aku gak mau ngitung.
Sebenernya tahun 1997 lalu, sama seperti Indonesia, Korea juga kena guncangan krisis moneter. Perekonomian negara hancur, negara lumpuh. Saat itu muncul ide yang menyatakan bahwa industri yang bisa menyelamatkan negara saat itu adalah industri budaya atau culture industry (sumber: Wikipedia). Dan memang setelah krisis itulah Korea mulai bergerak di bidang culture industry. Drama-drama Korea yang terkenal booming seperti Autumn in My Heart (2000), Winter Sonata (2002), dan Full House (2004)mulai diproduksi. K-Pop juga mulai membentuk boyband-boyband (yang nantinya membuat orang tersugesti bahwa boyband=korea banget) seperti S.E.S, H.O.T, Shinhwa yang terbentuk di akhir 1990-an sampai TVXQ, Super Junior, Big Bang yang terbentuk sejak 2003-sekarang. Berkat kerja keras Korea dan dukungan pemerintah yang bagus, Korea berhasil keluar dari belitan krismon dan ya itu tadi, jadi Top 10 Culture Exporter Countries di dunia.
Perjuangan Korea bukannya mulus-mulus aja. Kalo kita cek di internet, banyak orang menuduh Korea plagiat Jepang lah, copycat Jepang lah. Secara emang Jepang udah mulai memperkenalkan Dorama (drama Jepang) dan J-Music jauh sebelum Korea mulai, seperti Oshin (hmm… Oshin, yes, sounds so ooold) dan grup band J-Rock seperti Plastic Tree dan X. Tapi Korea just didn’t give a damn. Mereka terus aja menjalani apa yang mereka mau. Mereka ambil konsep dari Jepang tapi mereka me-repackage konsep itu sampai jadilah K-Pop dan K-drama seperti sekarang. Jujur sebelum aku punya minat ke Korea, aku jauh lebih suka Jepang dan aku punya kesan sama, Korea plagiat Jepang. Tapi kalo dipikir-pikir, repackaging dari Korea itu kadang lebih bagus dari punya Jepang dan jujur aku sering gak satu selera sama Jepang (genre visual kei misalnya) jadi sekarang so-so aja.
Jadi aku pikir, mungkin apa yang dilakukan Korea ini bisa jadi inspirasi kita untuk, hmm, mencari jalan keluar dari krisis kebanyakan utang kita. Culture industry belum begitu dieksplor kan. Dan ada esai yang keren banget, esai yang jadi juara World Bank Essay Contest 2010 milik Rizka Mirzalina. Esai ini membahas bahwa industri kreatif bisa jadi solusi untuk pengangguran di Indonesia. Industri kreatif dan industri kultural digabung, kedengaran menjanjikan kan? Aku tahu memang lebih gampang ngomong (atau dalam kasusku, nulis) daripada melakukan, tapi seenggaknya, ini bisa dipertimbangkan.
Sebelumnya aku Cuma pengen nulis sampe sini aja soal Haru dan Hallyu, tapi akhir-akhir ini ada fenomena luar biasa di industri musik Indonesia (yang seolah menanggapi tulisanku tentang Haru-Hallyu di atas hahaha) yaitu kemunculan boyband Indonesia bernama Smash. Haha, pasti banyak yang udah denger lah, dan kalian punya komentar kalian masing-masing, baik memuji atau menghina. Gak ada yang salah. Dan jujur aku nggak tahu harus menempatkan diriku di posisi mana. Aku harus akui mereka masih banyak banget kurangnya terutama konsepnyayeahmenjuruskeplagiarismeapaan dan aku gak suka. Jujur. Tapi jujur juga aku pengen dukung mereka, karena yeah, aku pengen mendukung mereka, pengen mendukung musik dalam negeri juga.
Aniway, kalau diperhatikan sebenernya mungkin jumlah orang yang gak suka sama Smash lebih banyak daripada yang suka. Kalo diperhatikan di official youtube channelnya, yang dislike video klipnya sampe seribu lebih, yang nge-like 100 orang aja gak genap. Belum lagi kebanyakan komentarnya pada rude, rata-rata nyalahin Smash yang plagiat nama dan terutama konsep. Aku gak bisa nyalahin komentator dong, secara itu hak mereka buat komentar dan emang iya Smash belum bisa dibilang bagus sebagai boyband. Aku harap, semua itu kembali ke Smashnya sendiri, apakah mereka bisa membuktikan nantinya kalo semua komentar itu salah atau enggak, apakah mereka seiring dengan waktu bisa menemukan musik mereka sendiri atau enggak, atau malah down terus minder terus bunuh diri. Tapi, aku harap Smash bisa survive, sambil terus memperbaiki diri. Karena pasti hebat banget rasanya kalo Indonesia bisa punya idola beneran yang bener-bener bagus dan menunjukkan jati diri mereka sendiri. Smash masih baru terbentuk, masih muda. Masih banyak waktu kalo mereka mau memperbaiki diri – kalo mereka mau.
Tapi, kalo mau cari artis, yang asli Indonesia, dengan suara yang emang bagus dan berbakat dan berkualitas dan yang penting punya konsep sendiri, aku ada rekomendasi. Mereka ini kakak beradik, namanya Gamaliel & Audrey. Mereka hobi nyanyi bareng dan Gamaliel si kakak suka merekam coveran lagu-lagu penyanyi luar dan karena mereka emang punya suara bagus dan talent, mereka populer lah di youtube. Aku langganan ke channelnya Gamaliel buat dengerin mereka nyanyi dan heran kenapa gak ada artist management atau label yang bikin kontrak rekaman sama mereka dan makin heran lagi waktu video Keong Racun meledak karena haha gimana bisa semua orang tahu soal Sinta-Jojo yang lipsync Keong Racun tapi gak tahu Gamaliel & Audrey yang juga dapat sambutan baik dari viewer luar negeri juga. Tapi sekarang ini ternyata mereka udah dikontrak sama Sony Entertainment Indonesia dan baru rilis single judulnya Ingin Putus Saja kolaborasi bareng penyanyi debutan namanya Cantika. Cek deh, pasti suka apalagi kalo udah nonton cover2nya Gamaliel & Audrey sebelum debut bareng Sony Entertainment yang Gamaliel suka upload di youtube.
Aku sayang Indonesia, aku cinta Indonesia. Dan aku punya mimpi, pasti membahagiakan banget kalo Indonesia bisa jadi salah satu Top 10 Cultural Exporter Countries di dunia. Iya, I know, easier said than done, but…
… just to let you know, I’m more than willing to work hard for my beloved Indonesia, and to be able to do something for this country is a pride for me. If you happen to share the same dream with me, it would be great because we can work together. All I need is a group of people who share the same dream and a leader. Because I’m suck at leadership. And I don’t really like to be a leader too, except if it is necessary.
Seriously.

One Comment leave one →
  1. Mayu permalink
    August 31, 2011 2:46 am

    Iya, Semoga Indonesia bisa Maju!!! Semangat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.