Skip to content

Independent Society

March 9, 2011

Terinspirasi dari post-nya Rani tentang revolusi, aku jadi banyak mikir juga. Kebetulan sekarang aku lagi ujian praktek, jadi banyak waktu buat mikir (soalnya pulang pagi :D )

Sejak kita mulai bisa mikir, mulai dewasa, mulai tahu bahwa kita butuh uang, butuh pendidikan yang berkualitas, butuh keamanan, butuh kerja, dan butuh lain-lain, kita akan mulai punya pikiran, negara ini jelek.

Dan kita bilang begitu bukan tanpa alasan. Karena memang kenyataannya begitu. Lapangan kerja di negeri ini sedikit, sampai-sampai orang-orang pilih jadi pembantu di luar negeri. Harga kebutuhan hidup naik terus, tapi gaji tetap. Pendidikan cuma memberi ijazah tanpa benar-benar mendidik. Dalam lima menit entah berapa kali terjadi pembunuhan, pencurian, tindak kriminal di seluruh negeri. Kesimpulannya, ini negeri dimana hidup di dalamnya tidak tergolong mudah.

Dan setelah kita tahu fakta itu, sudah nature kita sebagai manusia untuk mencari pihak yang bisa disalahkan, yang bisa dimintai pertanggung jawaban. Dan, jawabannya seolah-olah sudah tersedia di depan kita. Jelas sekali, ini salah pemerintah.

Karena pemerintah menarik pajak dari kita; karena pemerintah adalah pemerintah, yang harusnya mengurus kesejahteraan kita; karena pemerintah sudah kita beri kepercayaan, tapi mereka menyalahgunakannya; karena pemerintah mengkorupsi uang kita; dan melakukan nepotisme dimana-mana; karena pemerintah minta disuap; karena pemerintah menjual hukum.

Lalu, karena kesalahan pemerintah sudah jelas, kita minta ganti rugi. Kita minta pejabat-pejabat turun. Kita minta uang-uang korupsi dikembalikan.

Dan ketika permintaan kita tidak bisa dipenuhi, posisi pemerintah makin jatuh, dan kita makin leluasa meminta yang lebih. Dan mungkin karena itu, kita jadi berlebihan.

Ketika ada bencana alam melanda, para korban bilang, pemerintah kurang tanggap. Ketika kita tidak dapat pekerjaan, kita bilang pemerintah tidak becus. Ketika harga kebutuhan meroket kita menghujat pemerintah. Pada akhirnya, saat kita jatuh miskin, kita menyalahkan pemerintah. Karena pemerintah mengkorupsi uang yang seharusnya jadi dana kesejahteraan kita. Karena pemerintah terus menerus menaikkan harga.

Kedengarannya bukan masalah besar, kan? Kedengarannya wajar-wajar aja kalau kita jadi menyalahkan pemerintah, karena pemerintah memang salah. Apa iya kita menuntut berlebihan? Bukannya itu memang hak kita sebagai warga negara?

Menurut aku, sebetulnya enggak salah. Dan memang hak kita. Cuma, menurutku kita gak akan melangkah kemana pun, dengan menyalahkan orang lain, termasuk pemerintah. Selama ini tindakan kita menyalahkan, menurutku, adalah tindakan yang pasif. Tidak menghasilkan tindakan. Kita menuntut pemerintah. Kita demo, kita bakar ban, kita mogok makan. Jujur, meskipun iya semua tindakan itu beresiko, kita bisa kena hajar aparat, kita bisa sakit, bisa cacat, bisa mati, tapi tindakan itu tidak akan mengubah apa pun. Apa menurut kalian dengan kalian bakar ban di depan kantor pemerintahan, tiba-tiba lapangan kerja akan bertambah dengan sendirinya, apakah harga barang bisa mendadak turun? Memang iya tindakan itu bisa membuat kita seakan ‘ada di atas pemerintah’, seakan kita bisa menekan pemerintah, seakan kita tidak bisa ikut begitu saja dengan permainan kotor pemerintah. Tapi, semua itu tidak akan memperbaiki keadaan. Justru tindakan itu membuktikan bahwa kita tergantung pada pemerintah. Kita tidak bisa apa-apa tanpa pemerintah, karena itu kita menuntut mereka dengan menuntut dan mengeluh.

Kalau kita bisa mengeluh, kenapa kita tidak bertindak? Daripada kita sekedar komplain ini itu, kenapa kita tidak segera melakukan sesuatu, bekerja keras? Kita bisa lakukan semuanya sendiri. Kita bisa bekerja, berusaha keras tanpa harus bergantung pada pemerintah. Kalau pemerintah tidak bisa menyediakan pekerjaan, kita buat sendiri. Kalau pemerintah tidak bisa menurunkan harga, kita bisa mengejar harga dengan bekerja keras. Kalau belum bisa terkejar, kerja lebih keras lagi. Kalau pemerintah tidak bisa menyejahterakan kita, kita bisa menyejahterakan diri kita sendiri.

Kita bisa jadi masyarakat yang tidak manja, yang mandiri.

Kenapa kita harus jadi masyarakat mandiri? Yah, enggak harus sih. Tapi, jadi mandiri itu enak deh rasanya. Kalau kita jadi orang, lebih enak jadi orang yang mandiri, kan?

Bukan berarti pemerintah adalah pihak yang inosen. Dengan fakta seperti sekarang, pemerintah memang banyak salahnya, mulai dari kasus Century, korupsi, mafia pajak, dan masih banyak lagi. Hanya saja, kalau kita Cuma menyalahkan pemerintah tanpa berbuat apa-apa (kecuali menuntut dan mengeluh dan yang semacamnya), kita juga tidak akan kemana-mana.

Mungkin aku juga gak pantes ngomong (atau nulis) begini, secara aku sendiri juga cuma nulis. Dan aku juga Cuma anak SMA, yang nulis ini aja juga pakai laptop yang dibelikan orang tua. Tapi aku cuma pengen semua orang tahu apa yang aku pikirkan.

Advertisement
One Comment leave one →
  1. March 14, 2011 7:41 am

    lapangan pekerjaan dikit? banyak yg pengen jadi pembantu di luar negeri cuma gara2 gajinya menggiurkan sampe dibela2in berangkat secara ilegal

    para sarjana kita banyak yg nganggur soalnya target gajinya gede2 sementara perusahaan tentu saja menekan pengeluaran dengan memilih yg expected salarynya lebih rendah :D
    karena itulah para sarjana baru yg merasa punya skill tinggi tapi lamarannya ditolak berpikir : cari kerja itu susah :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.