<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kira&#039;s Weblog</title>
	<atom:link href="http://reikira.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://reikira.wordpress.com</link>
	<description>Respecting Freedom of Speech (ethically)</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Jan 2012 06:03:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='reikira.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Kira&#039;s Weblog</title>
		<link>http://reikira.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://reikira.wordpress.com/osd.xml" title="Kira&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://reikira.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Independent Society</title>
		<link>http://reikira.wordpress.com/2011/03/09/independent-society/</link>
		<comments>http://reikira.wordpress.com/2011/03/09/independent-society/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Mar 2011 04:53:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>reikira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reikira.wordpress.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[Terinspirasi dari post-nya Rani tentang revolusi, aku jadi banyak mikir juga. Kebetulan sekarang aku lagi ujian praktek, jadi banyak waktu buat mikir (soalnya pulang pagi ) Sejak kita mulai bisa mikir, mulai dewasa, mulai tahu bahwa kita butuh uang, butuh pendidikan yang berkualitas, butuh keamanan, butuh kerja, dan butuh lain-lain, kita akan mulai punya pikiran, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reikira.wordpress.com&amp;blog=5013011&amp;post=206&amp;subd=reikira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terinspirasi dari post-nya <a href="http://ranikuncipohon.blogspot.com"> Rani </a> tentang revolusi, aku jadi banyak mikir juga. Kebetulan sekarang aku lagi ujian praktek, jadi banyak waktu buat mikir (soalnya pulang pagi <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> )</p>
<p>Sejak kita mulai bisa mikir, mulai dewasa, mulai tahu bahwa kita butuh uang, butuh pendidikan yang berkualitas, butuh keamanan, butuh kerja, dan butuh lain-lain, kita akan mulai punya pikiran, negara ini jelek.</p>
<p>Dan kita bilang begitu bukan tanpa alasan. Karena memang kenyataannya begitu. Lapangan kerja di negeri ini sedikit, sampai-sampai orang-orang pilih jadi pembantu di luar negeri. Harga kebutuhan hidup naik terus, tapi gaji tetap. Pendidikan cuma memberi ijazah tanpa benar-benar mendidik. Dalam lima menit entah berapa kali terjadi pembunuhan, pencurian, tindak kriminal di seluruh negeri. Kesimpulannya, ini negeri dimana hidup di dalamnya tidak tergolong mudah.</p>
<p>Dan setelah kita tahu fakta itu, sudah nature kita sebagai manusia untuk mencari pihak yang bisa disalahkan, yang bisa dimintai pertanggung jawaban. Dan, jawabannya seolah-olah sudah tersedia di depan kita. Jelas sekali, ini salah pemerintah.</p>
<p>Karena pemerintah menarik pajak dari kita; karena pemerintah adalah pemerintah, yang harusnya mengurus kesejahteraan kita; karena pemerintah sudah kita beri kepercayaan, tapi mereka menyalahgunakannya; karena pemerintah mengkorupsi uang kita; dan melakukan nepotisme dimana-mana; karena pemerintah minta disuap; karena pemerintah menjual hukum.</p>
<p>Lalu, karena kesalahan pemerintah sudah jelas, kita minta ganti rugi. Kita minta pejabat-pejabat turun. Kita minta uang-uang korupsi dikembalikan.</p>
<p>Dan ketika permintaan kita tidak bisa dipenuhi, posisi pemerintah makin jatuh, dan kita makin leluasa meminta yang lebih. Dan mungkin karena itu, kita jadi berlebihan.</p>
<p>Ketika ada bencana alam melanda, para korban bilang, pemerintah kurang tanggap. Ketika kita tidak dapat pekerjaan, kita bilang pemerintah tidak becus. Ketika harga kebutuhan meroket kita menghujat pemerintah. Pada akhirnya, saat kita jatuh miskin, kita menyalahkan pemerintah. Karena pemerintah mengkorupsi uang yang seharusnya jadi dana kesejahteraan kita. Karena pemerintah terus menerus menaikkan harga.</p>
<p>Kedengarannya bukan masalah besar, kan? Kedengarannya wajar-wajar aja kalau kita jadi menyalahkan pemerintah, karena pemerintah memang salah. Apa iya kita menuntut berlebihan? Bukannya itu memang hak kita sebagai warga negara?</p>
<p>Menurut aku, sebetulnya enggak salah. Dan memang hak kita. Cuma, menurutku kita gak akan melangkah kemana pun, dengan menyalahkan orang lain, termasuk pemerintah. Selama ini tindakan kita menyalahkan, menurutku, adalah tindakan yang pasif. Tidak menghasilkan tindakan. Kita menuntut pemerintah. Kita demo, kita bakar ban, kita mogok makan. Jujur, meskipun iya semua tindakan itu beresiko, kita bisa kena hajar aparat, kita bisa sakit, bisa cacat, bisa mati, tapi tindakan itu tidak akan mengubah apa pun. Apa menurut kalian dengan kalian bakar ban di depan kantor pemerintahan, tiba-tiba lapangan kerja akan bertambah dengan sendirinya, apakah harga barang bisa mendadak turun? Memang iya tindakan itu bisa membuat kita seakan ‘ada di atas pemerintah’, seakan kita bisa menekan pemerintah, seakan kita tidak bisa ikut begitu saja dengan permainan kotor pemerintah. Tapi, semua itu tidak akan memperbaiki keadaan. Justru tindakan itu membuktikan bahwa kita tergantung pada pemerintah. Kita tidak bisa apa-apa tanpa pemerintah, karena itu kita menuntut mereka dengan menuntut dan mengeluh.</p>
<p>Kalau kita bisa mengeluh, kenapa kita tidak bertindak? Daripada kita sekedar komplain ini itu, kenapa kita tidak segera melakukan sesuatu, bekerja keras? Kita bisa lakukan semuanya sendiri. Kita bisa bekerja, berusaha keras tanpa harus bergantung pada pemerintah. Kalau pemerintah tidak bisa menyediakan pekerjaan, kita buat sendiri. Kalau pemerintah tidak bisa menurunkan harga, kita bisa mengejar harga dengan bekerja keras. Kalau belum bisa terkejar, kerja lebih keras lagi. Kalau pemerintah tidak bisa menyejahterakan kita, kita bisa menyejahterakan diri kita sendiri.</p>
<p>Kita bisa jadi masyarakat yang tidak manja, yang mandiri.</p>
<p>Kenapa kita harus jadi masyarakat mandiri? Yah, enggak harus sih. Tapi, jadi mandiri itu enak deh rasanya. Kalau kita jadi orang, lebih enak jadi orang yang mandiri, kan?</p>
<p>Bukan berarti pemerintah adalah pihak yang inosen. Dengan fakta seperti sekarang, pemerintah memang banyak salahnya, mulai dari kasus Century, korupsi, mafia pajak, dan masih banyak lagi. Hanya saja, kalau kita Cuma menyalahkan pemerintah tanpa berbuat apa-apa (kecuali menuntut dan mengeluh dan yang semacamnya), kita juga tidak akan kemana-mana.</p>
<p>Mungkin aku juga gak pantes ngomong (atau nulis) begini, secara aku sendiri juga cuma nulis. Dan aku juga Cuma anak SMA, yang nulis ini aja juga pakai laptop yang dibelikan orang tua. Tapi aku cuma pengen semua orang tahu apa yang aku pikirkan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reikira.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reikira.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reikira.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reikira.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reikira.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reikira.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reikira.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reikira.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reikira.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reikira.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reikira.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reikira.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reikira.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reikira.wordpress.com/206/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reikira.wordpress.com&amp;blog=5013011&amp;post=206&amp;subd=reikira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reikira.wordpress.com/2011/03/09/independent-society/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37b3bf841451bb0b104decc0a399f635?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">kira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Capek Sekolah?</title>
		<link>http://reikira.wordpress.com/2011/01/31/capek-sekolah/</link>
		<comments>http://reikira.wordpress.com/2011/01/31/capek-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Jan 2011 09:19:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>reikira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reikira.wordpress.com/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[(postingan ini terutama buat para pelajar, pencari nilai, atau kalo bukan pelajar juga gak papa) Apa motivasi kalian sekolah? Guru-guruku sering bilang, agar aku dan teman-temanku gak nyontek pas ulangan, &#8216;sekolah itu bukan cari nilai, tapi cari ilmu&#8217;. Pada akhirnya, bagi beberapa guru kalimat ini cuma jadi sekedar pajangan agar guru-guru itu layak disebut guru. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reikira.wordpress.com&amp;blog=5013011&amp;post=202&amp;subd=reikira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>(postingan ini terutama buat para pelajar, pencari nilai, atau kalo bukan pelajar juga gak papa)</em></p>
<p>Apa motivasi kalian sekolah?</p>
<p>Guru-guruku sering bilang, agar aku dan teman-temanku gak nyontek pas ulangan, &#8216;sekolah itu bukan cari nilai, tapi cari ilmu&#8217;. Pada akhirnya, bagi beberapa guru kalimat ini cuma jadi sekedar pajangan agar guru-guru itu layak disebut guru. Karena kan gak etis juga kalo guru bilang &#8216;sekolah itu gak cari ilmu, nak. sekolah itu cari nilai. biar lulus&#8217;. Tapi sebenarnya ada juga sih guru yang terang-terangan bilang &#8216;ayo anak-anak, kalo mau les di tempat saya, nanti saya kasih naskah soal buat ulangan harian minggu depan. jadi nilai kalian bisa bagus&#8217; (tentunya ngomongnya secara halus, nggak blak-blakan seperti contoh).</p>
<p>Beberapa temenku bilang, sekolah itu buat cari kerja. Kita belajar integral, mekanika, larutan penyangga, perluasan kalimat, tenses, semua itu biar kita nanti bisa lulus, lantas dapat ijazah, biar gampang dapat universitas, lalu gampang dapat kerja. Bahkan ada anak SD yang bilang begini &#8216;pokoknya aku nanti kalo kuliah cuma cari gelar doang, lalu kerja!&#8217; (kayaknya sih anak ini belum mudeng sih waktu bilang gitu, dan aku harap semoga dia ngomong gitu karena emang belum mudeng).</p>
<p>Aku juga berpikir begitu.</p>
<p>Kalo aku sekolah, aku mikirnya cuma gimana biar kalo ada ulangan nilaiku bagus. Pikiran kayak gitu nggak salah sih. Yang salah adalah kadang aku nggak mikirin gimana caranya. Aku gak peduli nantinya aku bener-bener paham materi ini apa enggak, yang penting nilaiku bagus (atau dengan kata lain, gapapa deh nyontek).</p>
<p>Mungkin pada saat sekarang, kita belum nyadar hal seperti ini itu bener apa salah. Toh sejauh ini, sebagai murid, yang datang ke sekolah untuk cari nilai dan bukan cari ilmu, kita baik-baik saja. Tapi apa benar kita baik-baik saja?</p>
<p>Pernah gak kalian capeeeeeek banget sekolah? Pengen bolos, pengen gak ada PR, pengen liburan. Pernah gak kalian pikir sekolah itu gak ada gunanya? Atau kalian merasa program fullday itu gak guna? Pernah gak kalian mikir kenapa kalian ambil bimbel yang biayanya ngalahin SPP sekolah, padahal kalian udah sekolah?</p>
<p>Sebenernya, kita gak baik-baik aja. Kita, pelajar (terutama yang udah kelas XII kayak aku, kayak kita), capek. Jenuh. Bosen sekolah. Kadang kita sekolah cuma biar orang tua gak bingung. Kadang kita sekolah cuma pengen ketemu teman. Kebanyakan kita sekolah, tiap pagi ke sekolah, cuma karena &#8216;anak-anak seumurku mah normalnya sekolah&#8217;. Atau kita ke sekolah karena aneh kalo kita gak sekolah.</p>
<p>Nggak teman, kita nggak baik-baik aja.</p>
<p>Kita capek, bosan, jenuh.</p>
<p>Tapi pernah gak kita kepikiran, bahwa semua keadaan tidak baik-baik saja itu, kemungkinan besar (baru kemungkinan, karena aku gak tahu salah apa enggak) disebabkan oleh cara pandang kita yang salah terhadap sekolah? Karena motivasi kita yang keliru?</p>
<p>Pernah gak kamu pergi ke sekolah buat belajar? Karena kamu pengen bisa suatu ilmu?</p>
<p>Jujur deh, pasti pernah. Tapi gak sering. Paling semangat &#8216;aku ke sekolah karena pengen tahu kenapa pesawat bisa terbang, karena pengen tahu kenapa ketela kalo diperam bisa jadi tape, pengen tahu ini, pengen tahu itu&#8217; cuma ada beberapa hari dari entah sudah berapa ribu hari yang kita habiskan buat sekolah.</p>
<p>Bagi kita sekarang, sekolah bukan lagi tempat kita mencari ilmu, mencari jawaban atas ketidaktahuan, tapi cuma sekedar sistem yang harus kita lewati untuk bisa masuk ke sistem lain yang sama anehnya agar kita dapat uang atau diakui masyarakat (baca: sekolah cuma tempat buat menghabiskan waktu agar kita bisa masuk univ dan dapat kerja biar punya uang dan agar gak dijelek-jelekin tetangga atau saudara).</p>
<p>Dan itu semua, sebenarnya, bukan apa yang kita mau! (Kamu mau tujuan kamu sekolah bertahun-tahun buang waktu buang biaya buang energi sebenarnya cuma biar tetangga atau saudara kamu gak bisa jelek-jelekin kamu?)</p>
<p>Teman, kita sebenarnya lebih baik dari sekedar &#8216;pencari nilai&#8217;. Kita bukan cuma anak-anak yang buang waktu selama 22 tahun mencari angka 9 di rapor atau 4 di IPK. Kita sebenarnya punya hasrat untuk pengetahuan. Kita ingin tahu sesuatu, kita ingin pengetahuan baru. Kita ingin tahu kenapa burung bisa terbang, atau bagaimana hubungan antara permintaan dan penawaran dalam pasar. Kita ingin tahu bedanya komunisme dan demokrasi. Dan kita masuk sekolah karena kita ingin mendapat jawaban dari semua itu. Atau setidaknya sesuatu yang mendekati jawaban.  Karena kita ingin tahu! Kita ingin tahu,<del> bukan tempe </del>, bukan nilai.</p>
<p>Dan saat kita punya motivasi ini dalam diri kita, kita gak akan malas sekolah. Gak akan capek sekolah. Kita sudah membebaskan diri kita dari belenggu sistem yang memenjarakan kita sejak pagi sampai sore lima hari seminggu hanya untuk dua angka sakti di rapor (maksudnya jumlah). Kita bebas.</p>
<p>Aku merasakan motivasi ini kalo aku ikut EDS, ikut debat waktu kelas X-XI dulu. Aku nggak dibayar buat debat. Bahkan masuk latihan EDS tiap hari Kamis-Jumat itu bukan kewajiban. Kalopun aku bolos latihan, orang tuaku gak ngomel. Tapi aku hampir tiap latihan masuk. Aku jarang absen. Dan meskipun dulu pulang latihan bisa sampai jam 7 malem juga, aku gak keberatan! Serius. Kenapa? Karena aku pengen tahu cara debat yang bener. Aku pengen tahu gimana caranya. Gak masuk sekali aja rasanya nyesel banget, karena aku kehilangan ilmu. Kedengarannya lebay? Tapi beneran, aku niat masuk latihan EDS waktu itu cuma karena aku pengen tahu gimana sih biar jadi debater yang hebat.</p>
<p>Motivasi ini yang hilang dari kita teman, dari aku. Sekarang kalo fullday di sekolah (padahal itu pulangnya cuma jam setengah 5) pikiranku malah ke Kim Tak Goo. Semoga kalian masih punya. Tapi kalau motivasi kalian juga hilang, aku ada rencana untuk menumbuhkan semangat ini lagi. Mungkin telat ya, secara aku udah kelas XII SMA, tapi gapapa, daripada enggak. Mau ikut? <del>tapi kemungkinan besar semangat ini belum bisa tumbuh sempurna waktu UN nanti.</del></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>N.B: tulisan ini aku repost di Note FB aku. biar bisa ngetag orang-orang, hehehe</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reikira.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reikira.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reikira.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reikira.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reikira.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reikira.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reikira.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reikira.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reikira.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reikira.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reikira.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reikira.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reikira.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reikira.wordpress.com/202/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reikira.wordpress.com&amp;blog=5013011&amp;post=202&amp;subd=reikira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reikira.wordpress.com/2011/01/31/capek-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37b3bf841451bb0b104decc0a399f635?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">kira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Life</title>
		<link>http://reikira.wordpress.com/2011/01/18/life/</link>
		<comments>http://reikira.wordpress.com/2011/01/18/life/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Jan 2011 12:48:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>reikira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reikira.wordpress.com/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[Ngomongin kehidupan, jujur aja, gak bakal ada habisnya. Saking banyaknya yang bisa kita bahas soalnya. Dan aku suka banget ngomongin soal hidup ini. Gak tau kenapa. Mungkin karena aku suka bingung, sebenernya buat apa aku disuruh Tuhan buat hidup di dunia ini. Buat beribadah pada Dia? Buat nyenengin orang-orang di sekitar aku? Buat sukses? Buat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reikira.wordpress.com&amp;blog=5013011&amp;post=196&amp;subd=reikira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ngomongin kehidupan, jujur aja, gak bakal ada habisnya. Saking banyaknya yang bisa kita bahas soalnya. Dan aku suka banget ngomongin soal hidup ini. Gak tau kenapa. Mungkin karena aku suka bingung, sebenernya buat apa aku disuruh Tuhan buat hidup di dunia ini. Buat beribadah pada Dia? Buat nyenengin orang-orang di sekitar aku? Buat sukses? Buat mengubah dunia?</p>
<p>Dan sampe sekarang juga aku belum nemu jawabannya. Apalagi sekarang aku kelas dua belas. Dari pagi sampe jam 5 stuck di sekolah, disuruh mikir dan belajar biar kita lulus UN dan SNMPTN. Pulang sekolah masih harus belajar lagi. Paling-paling baru bisa mikirin hal-hal kayak gini cuma sekitar 1-2 jam aja sebelum tidur.</p>
<p>Dan dengan kondisi kayak gitu, kadang-kadang bahkan waktu luang kayak gitu gak bisa sepenuhnya dipake buat merenungi kehidupan. Karena mikirin hidup itu <em>berat</em> ya. Dan kadang karena capek mikir, keberatan mikir, aku milih satu jalan yang gampang banget sebenernya, yaitu nggak usah mikirin hidup. Cukup dijalani dan dinikmati aja. Dan ini sebenernya menurutku yang paling gampang dan paling bener dan paling asyik juga. Cuma dasar aku emang kurang kerjaan, aku masih juga punya pertanyaan ini di kepala aku <em>Kenapa Tuhan mau aku hidup? Aku ini hidup buat apa?</em></p>
<p>Bukan berarti aku mau mati ya, makasih. Aku masih sangat menyukai hidup ini. Hidup ini indah lho! Cuma aku pengen tahu aja kira-kira Tuhan nyiptain aku ini buat apa. Tuhan nyuruh aku buat apa?</p>
<p>Sampe pertanyaan ini terjawab, yang mungkin bisa aku lakukan ya cuma itu tadi. Menikmati hidup ini, sebaik-baiknya. Dimana menikmati disini artinya bukan sekedar seneng-seneng aja selama hidup. Menikmati di sini artinya gimana kita <em>tidak menyia-nyiakan hidup</em>. Gimana kita bisa bikin orang lain dan diri kita seneng dan bahagia. Gimana kita berusaha sekuat tenaga berusaha mewujudkan mimpi-mimpi hidup kita. </p>
<p>Kayaknya aku kebanyakan mikir. Dan kebanyakan nulis juga. Sebenernya postingan ini tadinya mau aku bikin jadi tempat curhat aku karena laptop kesayangan aku (yang namanya Shirayuki) bakalan dibawa Usopp kuliah mulai besok. Dan aku sedih, iya aku sedih. Gak banyak yang tahu mungkin, tapi dibandingin sama HP, aku bahkan lebih tergantung sama laptop. Kalo banyak orang yang gak bisa lepas dari HP sejam dua jam aja, yang bahkan lagi pup juga HP diajak ke WC, aku justru rela-rela aja HP aku kehabisan baterai seminggu. Asal bukan laptop aja. Hahaha. Gak tau kenapa. Barangkali, karena sekarang aku di rumah sendirian kan, sejak Usopp kuliah. Mana aku gak punya adek. Dan tinggal di kota juga dimana gak ada tetangga yang seumuran yang bisa diajak main (kalopun ada, sekolahnya pada di luar kota jadi jarang di rumah). Gak ada temen main, gak ada yang bisa diajak ngobrol, digodain. Ada sih ortu, tapi kan beda. Dan gak mungkin aku main ke rumah temen malem2 di atas jam 9. Jadi kalo udah jam segitu, temen mainku satu-satunya ya cuma laptop (kedengaran pathetic banget kah?). </p>
<p>Dan sekarang laptopku ini mau dibawa! Aku bingung harus bereaksi gimana. Sedih, iya. Sempet nangis sih tapi sekarang kalo dipikir konyol banget nangis gara-gara laptop. Untung tadi gak pake acara ngambek, bisa tambah malu-maluin. Tapi enggak konyol juga sih, karena aku sayang banget sama laptop ini. Meskipun cuma netbook, murah pula. Dan udah 2 taun aku punya laptop ini, mataku udah terbiasa liat layarnya yang cuma 10 inci. Jariku udah terbiasa sama keyboardnya, sama touchpadnya (yang kata orang-orang gak nyaman). Udah terbiasa selalu belajar sambil dengerin musik dari laptop ini. Bukan masalah laptopnya yang dibawa pergi Usopp yang bikin sedih, tapi karena ini Shirayuki. Temenku tiap malem selama 2 tahun terakhir. Aneh gak sih sampe segini sedihnya cuma gara-gara laptop? Gak tahu. Mungkin iya.</p>
<p>Tapi meskipun sedih dan sampe nangis-nangis, Shirayuki bakal tetep pergi juga. Bisa sih aku minta Usopp biar dia batal bawa Shirayuki, tapi aku tahu aku gak bisa, gak boleh egois kayak gitu. Aku tahu Usopp bakalan lebih butuh laptop ini buat bikin tugas kuliah dll (meskipun aku yakin pada akhirnya fungsi laptop ini di tangan dia nantinya bakalan lebih sebagai sarana hiburan daripada sarana kuliah).</p>
<p>Sedih, tapi kayaknya emang udah saatnya Shirayuki dibawa pergi dari aku. Mungkin Tuhan pikir ini waktu yang tepat buat mengajari aku sesuatu yang sangat berharga, yaitu bahwa dalam hidup ini, gak ada satupun hal yang bakalan abadi selamanya. Ada saatnya dimana hal yang sangat kita sayang, sayang banget, akan pergi meninggalkan kita. Hal ini nggak harus berupa laptop. Bisa juga berupa teman, kesehatan, pekerjaan, dll. Dan kita harus siap. </p>
<p>Lagipula, kalo aku ambil sisi positifnya, mungkin lebih baik kalo Shirayuki ini dibawa Usopp, mungkin sampai aku ujian atau kuliah sekalian (tapi kalo bisa jangan deh, hahaha) biar aku bisa lebih fokus belajar. Gak sedikit-sedikit ke-distract oleh keinginan online, nonton film, atau main game. Juga mungkin ini latihan buat aku agar nggak jadi segitu bergantungnya sama laptop lagi.</p>
<p>Jadi intinya itu, hidup kita ini enggak stagnan. Enggak lurus-lurus aja. Ada waktunya kita beruntung banget, anggep aja kita barusan menang duit 10 juta. Ada waktunya kita lagi nggak enak. Motor kita dicuri orang. Padahal motor itu serasa udah bagian hidup kita. Tapi kalopun itu terjadi, kita harus tetap moving on dong. Tetep ngelanjutin hidup. Tetep seneng juga. Sedih boleh sih, tapi jangan lama-lama. Kita ikhlasin aja apa yang diambil Tuhan dari kita. Toh semua itu juga awalnya punya Tuhan kan, kita cuma dititipi aja. Habis itu, terus berusaha dapetin gantinya. Tapi jangan buru-buru. Mentang-mentang baru kecurian motor trus saking bingungnya karena kalo gak ada motor gak bisa kemana-mana, lantas asal ambil kredit tanpa mikir sebenernya kita kuat kredit apa enggak. Adanya malah kita tambah bingung mikirin efek sampingnya, kita ditagih kreditor terus-terusan dan malah gak nyaman make motornya. Jadi, sambil berusaha, kita harus sabar juga. Sabar dan percaya kalo suatu saat hal yang kita sayang itu akan datang lagi pada kita. </p>
<p>Aku percaya bahwa dua inti kebahagiaan adalah ikhlas dan sabar.</p>
<p><em>P.S: Dadah, Shirayuki. Jangan nakal sama Usopp di Depok, ya.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reikira.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reikira.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reikira.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reikira.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reikira.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reikira.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reikira.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reikira.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reikira.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reikira.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reikira.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reikira.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reikira.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reikira.wordpress.com/196/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reikira.wordpress.com&amp;blog=5013011&amp;post=196&amp;subd=reikira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reikira.wordpress.com/2011/01/18/life/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37b3bf841451bb0b104decc0a399f635?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">kira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Haru, Hallyu, dan Smash(?)</title>
		<link>http://reikira.wordpress.com/2011/01/04/haru-hallyu-dan-smash/</link>
		<comments>http://reikira.wordpress.com/2011/01/04/haru-hallyu-dan-smash/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Jan 2011 15:22:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>reikira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reikira.wordpress.com/?p=193</guid>
		<description><![CDATA[Sebenernya ada pikiran buat bikin tulisan tentang hallyu sejak nonton film Korea yang judulnya Haru, dikasih sama temenku. Judul lengkapnya, Haru: An Unforgettable Day in Korea. Hmm.. dari judulnya udah ketauan provokatif banget kan ini film pasti bakalan pro-Korea, maksudnya bakalan bagus-bagusin Korea gitu lah. Tapi gak papa, akhirnya aku nonton juga soalnya aktor sama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reikira.wordpress.com&amp;blog=5013011&amp;post=193&amp;subd=reikira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenernya ada pikiran buat bikin tulisan tentang hallyu sejak nonton film Korea yang judulnya Haru, dikasih sama temenku. Judul lengkapnya, Haru: An Unforgettable Day in Korea. Hmm.. dari judulnya udah ketauan provokatif  banget kan ini film pasti bakalan pro-Korea, maksudnya bakalan bagus-bagusin Korea gitu lah. Tapi gak papa, akhirnya aku nonton juga soalnya aktor sama aktris yang main disana canggih-canggih semua. Ada 5 pemeran utama yang masing-masing diperankan oleh Yunho (TVXQ), Lee Dae He, Kim Bum, Han Chae Won, dan Park Si Ho. Plus 5 anggota grup musik Big Bang. Mereka di dunia akting udah punya nama lah, jadinya nonton deh.<br />
Ternyata, baru masuk intro aku udah suka sama filmnya. Aku yakin itu gara-gara kualitas videonya yang bagus. Bisa dibikin fullscreen di netbook aku yang layarnya 10’’ dan gambarnya jelas banget. Lantas masuk ke jalan ceritanya, sebenernya aku gak begitu ngeh gimana plotnya karena aku nonton tanpa subtitle. Tapi begitu nonton rasanya gak pengen berhenti, bukan karena plotnya tapi karena filmnya diproduksi sedemikian rupa sampai bisa memperlihatkan gimana bagusnya Korea itu. Jadi selama nonton film itu kita disuguhi gambaran bahwa Korea is the place for all of your dream. Di sana ada cewek cantik cowok ganteng (dengan menunjukkan bahwa aktor-aktris yang mereka pakai itu cantik-cantik ganteng-ganteng semua). Di sana transportasinya bagus (settingnya ada di dalam kereta, dan keretanya keren). Di sana ada makanan enak (ada adegan Park Si Ho masak masakan Korea). Dan lokasi yang mereka pakai buat syuting itu emang bagus-bagus semua. Susah jelasinnya, mending cari sendiri filmnya terus tonton sendiri karena emang mereka bagus bikinnya.<br />
Habis nonton, sambil mikir ‘nah kayak gini dong kalo bikin film’ aku bingung juga. Niat banget ya itu PH yang bikin, buat film yang durasinya Cuma 30 menit kayak Haru, mereka make 5 aktor-aktris semahal orang-orang itu ya. Belum lagi dari setting lokasi yang mereka pakai, yakin deh itu semua butuh biaya gak sedikit. Akhirnya karena penasaran aku googling film ini. Dan ternyata film ini sengaja dibikin pemerintah Korea untuk mempromosikan negara mereka, sekaligus mensukseskan semangat hallyu mereka. Aku Cuma bisa manggut-manggut, keren aja pemerintahnya mau ngabisin dana dan bisa punya ide buat promosiin budaya mereka lewat film yang mereka tahu bakalan menarik perhatian orang-orang yang suka Korea dilihat dari aktor-aktrisnya demi semangat hallyu mereka.<br />
Nah, Hallyu.<br />
Hallyu apaan sih? Hallyu itu adalah nama yang orang pakai untuk menyebut Korean Wave atau kalau diindonesiakan boleh lah jadi istilah Demam Korea. Hallyu ini dimaksudkan untuk menyebut fenomena masuknya budaya pop Korea ke negara-negara lain. Budaya pop itu sendiri maksudnya budaya yang baru lahir di masa-masa sekarang, misalnya K-Pop sama K-drama yang emang udah punya penggemar di tingkat dunia. Nah, pemerintah Korea ini lagi gencar-gencarnya mempromosikan budaya popnya ke seluruh dunia. Salah satu caranya ya dengan bikin film Haru diatas. Menurut Wikipedia, Korea saat ini menjadi salah satu dari Top 10 Culture Exporter Countries dunia. Gak heran sih, karena fandom-fandom K-Pop dan K-drama bener-bener jaya sekarang. Berapa banyak fansite-fansite yang didedikasikan untuk K-Pop dan K-drama? Gak keitung dan aku gak mau ngitung.<br />
Sebenernya tahun 1997 lalu, sama seperti Indonesia, Korea juga kena guncangan krisis moneter. Perekonomian negara hancur, negara lumpuh. Saat itu muncul ide yang menyatakan bahwa industri yang bisa menyelamatkan negara saat itu adalah industri budaya atau culture industry (sumber: Wikipedia). Dan memang setelah krisis itulah Korea mulai bergerak di bidang culture industry. Drama-drama Korea yang terkenal booming seperti Autumn in My Heart (2000), Winter Sonata (2002), dan Full House (2004)mulai diproduksi. K-Pop juga mulai membentuk boyband-boyband (yang nantinya membuat orang tersugesti bahwa boyband=korea banget) seperti S.E.S, H.O.T, Shinhwa yang terbentuk di akhir 1990-an sampai TVXQ, Super Junior, Big Bang yang terbentuk sejak 2003-sekarang. Berkat kerja keras Korea dan dukungan pemerintah yang bagus, Korea berhasil keluar dari belitan krismon dan ya itu tadi, jadi Top 10 Culture Exporter Countries di dunia.<br />
Perjuangan Korea bukannya mulus-mulus aja. Kalo kita cek di internet, banyak orang menuduh Korea plagiat Jepang lah, copycat Jepang lah. Secara emang Jepang udah mulai memperkenalkan Dorama (drama Jepang) dan J-Music jauh sebelum Korea mulai, seperti Oshin (hmm&#8230; Oshin, yes, sounds so ooold) dan grup band J-Rock seperti Plastic Tree dan X. Tapi Korea just didn’t give a damn. Mereka terus aja menjalani apa yang mereka mau. Mereka ambil konsep dari Jepang tapi mereka me-repackage konsep itu sampai jadilah K-Pop dan K-drama seperti sekarang. Jujur sebelum aku punya minat ke Korea, aku jauh lebih suka Jepang dan aku punya kesan sama, Korea plagiat Jepang. Tapi kalo dipikir-pikir, repackaging dari Korea itu kadang lebih bagus dari punya Jepang dan jujur aku sering gak satu selera sama Jepang (genre visual kei misalnya) jadi sekarang so-so aja.<br />
Jadi aku pikir, mungkin apa yang dilakukan Korea ini bisa jadi inspirasi kita untuk, hmm, mencari jalan keluar dari krisis kebanyakan utang kita. Culture industry belum begitu dieksplor kan. Dan ada esai yang keren banget, esai yang jadi juara World Bank Essay Contest 2010 milik Rizka Mirzalina. Esai ini membahas bahwa industri kreatif bisa jadi solusi untuk pengangguran di Indonesia. Industri kreatif dan industri kultural digabung, kedengaran menjanjikan kan? Aku tahu memang lebih gampang ngomong (atau dalam kasusku, nulis) daripada melakukan, tapi seenggaknya, ini bisa dipertimbangkan.<br />
Sebelumnya aku Cuma pengen nulis sampe sini aja soal Haru dan Hallyu, tapi akhir-akhir ini ada fenomena luar biasa di industri musik Indonesia (yang seolah menanggapi tulisanku tentang Haru-Hallyu di atas hahaha) yaitu kemunculan boyband Indonesia bernama Smash. Haha, pasti banyak yang udah denger lah, dan kalian punya komentar kalian masing-masing, baik memuji atau menghina. Gak ada yang salah. Dan jujur aku nggak tahu harus menempatkan diriku di posisi mana. Aku harus akui mereka masih banyak banget kurangnya terutama konsepnyayeahmenjuruskeplagiarismeapaan dan aku gak suka. Jujur. Tapi jujur juga aku pengen dukung mereka, karena yeah, aku pengen mendukung mereka, pengen mendukung musik dalam negeri juga.<br />
Aniway, kalau diperhatikan sebenernya mungkin jumlah orang yang gak suka sama Smash lebih banyak daripada yang suka. Kalo diperhatikan di official youtube channelnya, yang dislike video klipnya sampe seribu lebih, yang nge-like 100 orang aja gak genap. Belum lagi kebanyakan komentarnya pada rude, rata-rata nyalahin Smash yang plagiat nama dan terutama konsep. Aku gak bisa nyalahin komentator dong, secara itu hak mereka buat komentar dan emang iya Smash belum bisa dibilang bagus sebagai boyband. Aku harap, semua itu kembali ke Smashnya sendiri, apakah mereka bisa membuktikan nantinya kalo semua komentar itu salah atau enggak, apakah mereka seiring dengan waktu bisa menemukan musik mereka sendiri atau enggak, atau malah down terus minder terus bunuh diri. Tapi, aku harap Smash bisa survive, sambil terus memperbaiki diri. Karena pasti hebat banget rasanya kalo Indonesia bisa punya idola beneran yang bener-bener bagus dan menunjukkan jati diri mereka sendiri.  Smash masih baru terbentuk, masih muda. Masih banyak waktu kalo mereka mau memperbaiki diri – kalo mereka mau.<br />
Tapi, kalo mau cari artis, yang asli Indonesia, dengan suara yang emang bagus dan berbakat dan berkualitas dan yang penting punya konsep sendiri, aku ada rekomendasi. Mereka ini kakak beradik, namanya Gamaliel &amp; Audrey. Mereka hobi nyanyi bareng dan Gamaliel si kakak suka merekam coveran lagu-lagu penyanyi luar dan karena mereka emang punya suara bagus dan talent, mereka populer lah di youtube. Aku langganan ke channelnya Gamaliel buat dengerin mereka nyanyi dan heran kenapa gak ada artist management atau label yang bikin kontrak rekaman sama mereka dan makin heran lagi waktu video Keong Racun meledak karena haha gimana bisa semua orang tahu soal Sinta-Jojo yang lipsync Keong Racun tapi gak tahu Gamaliel &amp; Audrey yang juga dapat sambutan baik dari viewer luar negeri juga. Tapi sekarang ini ternyata mereka udah dikontrak sama Sony Entertainment Indonesia dan baru rilis single judulnya Ingin Putus Saja kolaborasi bareng penyanyi debutan namanya Cantika. Cek deh, pasti suka apalagi kalo udah nonton cover2nya Gamaliel &amp; Audrey sebelum debut bareng Sony Entertainment yang Gamaliel suka upload di youtube.<br />
Aku sayang Indonesia, aku cinta Indonesia. Dan aku punya mimpi, pasti membahagiakan banget kalo Indonesia bisa jadi salah satu Top 10 Cultural Exporter Countries di dunia. Iya, I know, easier said than done, but&#8230;<br />
&#8230; just to let you know, I’m more than willing to work hard for my beloved Indonesia, and to be able to do something for this country is a pride for me. If you happen to share the same dream with me, it would be great because we can work together. All I need is a group of people who share the same dream and a leader. Because I’m suck at leadership. And I don’t really like to be a leader too, except if it is necessary.<br />
Seriously.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reikira.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reikira.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reikira.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reikira.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reikira.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reikira.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reikira.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reikira.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reikira.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reikira.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reikira.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reikira.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reikira.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reikira.wordpress.com/193/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reikira.wordpress.com&amp;blog=5013011&amp;post=193&amp;subd=reikira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reikira.wordpress.com/2011/01/04/haru-hallyu-dan-smash/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37b3bf841451bb0b104decc0a399f635?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">kira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>jangan sedih, jangan mati</title>
		<link>http://reikira.wordpress.com/2011/01/02/jangan-sedih-jangan-mati/</link>
		<comments>http://reikira.wordpress.com/2011/01/02/jangan-sedih-jangan-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Jan 2011 00:47:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>reikira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reikira.wordpress.com/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[berita kalo timnas kita gagal meraih piala AFF emang udah berita beberapa hari lalu. tapi berita itu ada buntutnya. masa, kemaren ibu cerita kalo ada tetangga di rumah nenek yang gantung diri habis nonton pertandingannya. gara-garanya sih kalah taruhan. pas denger berita itu, aku gak tau harus gimana. jujur aja deh, aku pengen ketawa soalnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reikira.wordpress.com&amp;blog=5013011&amp;post=187&amp;subd=reikira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>berita kalo timnas kita gagal meraih piala AFF emang udah berita beberapa hari lalu. tapi berita itu ada buntutnya. masa, kemaren ibu cerita kalo ada tetangga di rumah nenek yang gantung diri habis nonton pertandingannya. gara-garanya sih kalah taruhan.</p>
<p>pas denger berita itu, aku gak tau harus gimana. jujur aja deh, aku pengen ketawa soalnya ya plis deh orang itu gantung diri gara-gara timnas Indonesia kalah. konyol gak sih? yang main bola siapa yang gantung diri siapa. emang sih sebabnya dia gantung diri bukan gara-gara pertandingannya tapi gara-gara taruhannya tapi tetep aja kedengarannya lucu. tapi kan gak sopan kalo ketawa atas kematian orang lain jadi yaudah nulis blog aja.</p>
<p>kalian semua baca komik Detektif Conan gak? yakin deh pasti iya, meskipun cuma sekali. atau seenggaknya nonton animenya. nyadar kan kalo rata-rata (atau lebih tepatnya sih, hampir semua) tokoh utama yang penting-penting di Conan itu perfect gitu lah ganteng, pinter, punya duit, keren. ambil contoh si Shinichi, Kid, Heiji, Yukiko, Ai, Ran, Eri bahkan yang antagonis juga kayak Gin ama Vermouth. Atau yang netral-netral aja macam Araide. nah mereka ini, adalah tipe the doer. alias orang yang mengerjakan. maksudnya, mereka adalah tokoh utamanya. siapa yang memecahkan pembunuhannya? siapa yang dapet peran? mereka.</p>
<p>nah terus sekarang coba kita liat yang biasanya jadi korban. iya, yang dibunuh. mereka biasanya (dan kebanyakan) adalah orang-orang engga penting yang enggak sepinter seganteng setajir sekeren Shinichi. mereka ini tipe the watcher atau orang yang cuma nonton. nonton apa? nonton apa yang dilakukan the doers. cuma nonton gimana para the doers itu memecahkan kasus. itu masih mending. karena mereka bisa juga mati kan, dapet peran jadi korban. dengan kata lain, mereka itu figuran. siapa yang kerjanya cuma melongo dengerin penjelasan deduksinya Shinichi? atau paling banter cuma bikin suasana tambah dramatis ? atau malah mati? mereka.</p>
<p>dan sebenernya itu semua gak cuma terjadi di komik Conan aja. di dunia nyata adalah. ada the doers di sini, mereka yang bener-bener bertindak. dan ada juga the watchers, yang cuma nonton. contohnya tetangga nenek aku di atas. bahkan dia lebih apes nasibnya. dia bukan cuma nonton tapi harus jadi korban juga. dia dapet peran sebagai orang yang mati. lantas siapa the doersnya? banyak. kalo dalam kasus ini, bisa jadi the doersnya adalah para pemain timnas? aku gak yakin juga.</p>
<p>rasanya agak salah juga membagi semua orang-orang di dunia ini jadi 2 tipe macam ini: the doer dan the watcher. karena hei, itu generalisasi banget gak sih? karena aku yakin semua orang pasti merasa bahwa dia ada di tengah-tengah. semua orang bisa saja merasa &#8216;ya ampun aku kayak gini deh orangnya miskin, bego, jelek pula gimana jadi the doers tapi aku juga gak segitunya kali sampe tiap hari kerjaan cuma nganggur sama ngelamun dan melakukan hal-hal bodoh (kayak taruhan, mabuk-mabukan gitu) kayak the watchers&#8217;. jangan khawatir karena emang gitu lah yang namanya hidup. ada masa dimana kita merasa sangat segar, sangat siap, sangat kuat untuk hidup tanpa sebab apa pun. itu adalah masa dimana kita jadi the doers. ada juga masa dimana kita frustasi, bener-bener frustasi dan kita bener-bener udah gak kuat lagi bangkit. itu adalah masa dimana kita jadi the watcher. peralihan masa ini wajar banget. dan yang menentukan apakah kita ini the watcher atau the doer adalah pada akhirnya apakah kita bisa bangkit dari masa the watcher apa enggak. apakah pada waktu terakhir kita, waktu kita meninggal, kita ada di posisi the doer atau enggak.</p>
<p>tapi gimana kalo enggak? gimana kalo suatu hari kita yang semula hidup nyaman-nyaman aja tiba-tiba kena PHK? lalu kita banting tulang bikin usaha gitu deh. tapi sebelum usaha kita berhasil kita udah mati duluan gimana? apa kita kalah? apa kita mati sebagai the watcher? menurutku nggak juga.</p>
<p>buat aku, yang namanya the doers itu gak harus selalu jadi detektif. gak harus jadi orang sukses. gak harus jadi seperfect orang-orang di Conan (yang sangat Mary Sue btw). the doers adalah orang yang &#8216;enjoy the life&#8217;. orang yang tahu kalo hidup ini indah, dan menikmatinya. orang yang sukses, contohnya si A yang punya perusahaan gede rumahnya lima istrinya tiga, belum tentu dia the doers. the doers, menurutku juga, sesuai namanya, adalah orang yang mengerjakan sesuatu. maksudnya dia adalah orang yang punya passion, dan bener-bener melakukan semua yang dia bisa demi passionnya itu. misalkan ada seorang anak, dia cuma pelajar. dari keluarga gak mampu pula. tapi dia pengen kuliah kedokteran di UI. dan dia melakukan semua yang dia bisa untuk itu. yang belajarlah, yang kerja sampinganlah. hei, itu yang namanya the doers. ada orang, pengangguran sampe sekarang dia belum dapet kerja. tapi dia berusaha gitu. dan bener-bener berusaha maksudnya. meskipun dia belum sukses, dia adalah the doer.</p>
<p>terus yang mana yang bener? jadi the doer atau the watcher? sebenernya enggak ada yang salah. ini kan pilihan. kalo mau jadi the doer silakan, mau jadi the watcher juga silakan. tapi dunia ini bakal lebih menarik kalo banyak orang jadi the doer. karena para the doers inilah yang menghidupkan dunia. karena mereka melakukan sesuatu, gak cuma nonton.</p>
<p>cuma sebenernya aku harap orang-orang gak ada lagi yang kepikiran buat bunuh diri, karena itu cuma akan bikin kalian jadi the watcher. the watcher yang apes karena peran kalian di dunia ini adalah jadi korban. apalagi kalo kalian bunuh diri gara-gara sesuatu yang sebenernya enggak terlalu penting. uang misalnya. iya sih uang emang penting tapi ya berapa sih nilai uang kalo dibandingin sama nilai hidup?</p>
<p>tapi sebenernya terserah kita sih mau jadi the watcher apa the doer. jadi the watcher juga gak salah sebenernya, kalo kalian mau. udah tinggal hidup aja di dunia ini, males-malesan. toh tugasnya cuma nonton. tapi kalo pengen jadi doer, sebenernya juga gak susah kok. yang perlu kita lakukan cuma menikmati hidup kita. dan melakukan sesuatu untuknya. </p>
<p>life is good, isn&#8217;t it?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reikira.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reikira.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reikira.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reikira.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reikira.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reikira.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reikira.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reikira.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reikira.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reikira.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reikira.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reikira.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reikira.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reikira.wordpress.com/187/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reikira.wordpress.com&amp;blog=5013011&amp;post=187&amp;subd=reikira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reikira.wordpress.com/2011/01/02/jangan-sedih-jangan-mati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37b3bf841451bb0b104decc0a399f635?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">kira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://reikira.wordpress.com/2011/01/01/182/</link>
		<comments>http://reikira.wordpress.com/2011/01/01/182/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Jan 2011 12:27:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>reikira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reikira.wordpress.com/?p=182</guid>
		<description><![CDATA[ya ampun, udah berapa tahun blog ini gak keurus? post terakhir itu 30 Agustus kemaren. hampir setengah tahun yang lalu hahaha. maaf, aku emang susah disuruh nulis. dan lagian, sejak ngepost postingan terakhir itu, aku agak males ke wordpress dan malah bikin account di tumblr. dan akhirnya malah lebih sering update di tumblr. soalnya di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reikira.wordpress.com&amp;blog=5013011&amp;post=182&amp;subd=reikira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ya ampun, udah berapa tahun blog ini gak keurus? post terakhir itu 30 Agustus kemaren. hampir setengah tahun yang lalu hahaha. maaf, aku emang susah disuruh nulis. dan lagian, sejak ngepost postingan terakhir itu, aku agak males ke wordpress dan malah bikin account di tumblr. dan akhirnya malah lebih sering update di tumblr. soalnya di tumblr lucu aja, bisa upload foto doang, atau video doang, atau post panjang-pendek, atau dialog (lucu kan?). tapi kalo dipikir-pikir sebenernya di wordpress juga bisa sih, hahaha.</p>
<p>oh iya happy new year dulu dong sebelumnya. sekarang kan udah tahun 2011. MMXI semuanya.</p>
<p>ada banyak yang udah berubah sejak post terakhir. misalnya, aku udah gak ngikutin bleach lagi. padahal dulu saking sukanya sampe kebawa mimpi. terus, aku juga udah gak ngikutin Grey&#8217;s Anatomy sejak season 5 berakhir, soalnya gak ada source buat download sejak modem aku dibawa Usopp. selain soal-soal macam itu, sekarang aku udah kelas XII, udah hampir lulus (amin). dan kucingku udah punya anak 3. dan yang 1 mati. dan aku jadi suka nonton drama sama film korea. dan dengerin musik korea juga.</p>
<p>dan sekarang kalo mau nulis blog, aku rasa aku juga berubah dikit. kalo dulu pengennya aku nulis yang formal-formal, yang membahas tentang sesuatu yang agak penting, gitu, kayak post-postku yang dulu-dulu, sekarang rasanya aku pengen nulis dengan gaya tulisan kacau kayak gini (tapi janji kok gak alay). dan aku pengennya membahas sesuatu yang gak jauh-jauh lah dari diri  aku sendiri. misalnya tentang minat aku sekarang, atau random thought, atau makanan favorit, atau sekedar pengalaman. postingan yang sederhana macam itulah. kenapa? gak tahu juga. mungkin ini yang namanya hormon remaja.</p>
<p>okelah.</p>
<p>semoga tahun 2011 adalah tahun yang membahagiakan. happy new year. happy MMXI</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reikira.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reikira.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reikira.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reikira.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reikira.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reikira.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reikira.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reikira.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reikira.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reikira.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reikira.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reikira.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reikira.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reikira.wordpress.com/182/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reikira.wordpress.com&amp;blog=5013011&amp;post=182&amp;subd=reikira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reikira.wordpress.com/2011/01/01/182/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37b3bf841451bb0b104decc0a399f635?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">kira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Grey&#8217;s Anatomy</title>
		<link>http://reikira.wordpress.com/2010/08/30/greys-anatomy/</link>
		<comments>http://reikira.wordpress.com/2010/08/30/greys-anatomy/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 01:42:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>reikira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Grey's Anatomy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reikira.wordpress.com/?p=166</guid>
		<description><![CDATA[Bulan puasa ini, Kakak saya yang kuliah di Depok pulang ke rumah. Dia bawa laptop dan modem Sierra 881. Selama di rumah, kerjaan dia cuma 2: nonton Grey&#8217;s Anatomy dan mendownload Grey&#8217;s Anatomy. Saya yang merasa diacuhkan dan merasa terganggu karena dia mendownload Grey&#8217;s Anatomy dalam setiap kesempatan sehingga saya tidak bisa pinjam modem, karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reikira.wordpress.com&amp;blog=5013011&amp;post=166&amp;subd=reikira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bulan puasa ini, Kakak saya yang kuliah di Depok pulang ke rumah. Dia bawa laptop dan modem Sierra 881. Selama di rumah, kerjaan dia cuma 2: nonton Grey&#8217;s Anatomy dan mendownload Grey&#8217;s Anatomy.</p>
<p>Saya yang merasa diacuhkan dan merasa terganggu karena dia mendownload Grey&#8217;s Anatomy dalam setiap kesempatan sehingga saya tidak bisa pinjam modem, karena bosan, akhirnya mencopy beberapa episode awal dari Grey&#8217;s Anatomy dan menontonnya di laptop saya sendiri.</p>
<p>Dan ternyata saya suka =D</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p><a href="http://reikira.files.wordpress.com/2010/08/greys-anatomy-season-4-wallpaper.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-168" title="greys-anatomy-season-4-wallpaper" src="http://reikira.files.wordpress.com/2010/08/greys-anatomy-season-4-wallpaper.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Grey's Anatomy" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Grey&#8217;s Anatomy adalah serial TV di Amerika Serikat yang ditayangkan oleh ABC. Grey&#8217;s Anatomy bercerita tentang kehidupan 5 dokter bedah muda yang baru memasuki dunia kerja yang sebenarnya di Seattle Grace Hospital. Mereka adalah Meredith Grey (Ellen Pompeo) , George O&#8217;Malley (T.R. Knight), Isobel &#8220;Izzie&#8221; Stevens (Katherine Heigl), Cristina Yang (Sandra Oh), dan Alex Karev (Justin Chambers). Sebagai dokter muda, mereka dimentori oleh Miranda Bailey (Chandra Wilson). Seattle Grace Hospital dikepalai oleh Chief Richard Webber (James Pickens, Jr.) dan memiliki 2 dokter bedah kelas dunia, Derek Shepherd (Patrick Dempsey) dan Preston Burke (Isaiah Washington). Kisah di Grey&#8217;s Anatomy nantinya akan berputar di sekeliling tokoh di atas. Baik itu kisah seputar masalah keluarga, seperti Meredith yang ibunya menderita Alzheimer; masalah cinta; masalah pekerjaan; dan masalah persahabatan.</p>
<p>Yang lebih menarik, dalam tiap episodenya, Grey&#8217;s Anatomy selalu memiliki judul atau lebih tepat disebut tema tersendiri yang bisa mewakili jalan cerita episode tersebut. Misalnya dalam episode 1 season 1, A Hard Days Night yang dijadikan tema sangat cocok menggambarkan kisah awal 5 dokter muda itu yang baru pertama kali menjalani shift 48 jam di rumah sakit dan masih belum terbiasa dengan dunia kerja yang sangat berbeda dengan dunia sekolah mereka.</p>
<p>Selain itu, tiap episode biasanya akan dibuka dengan narasi dari Meredith, tentang sesuatu dalam hidup yang akan dibahas dalam episode tersebut. Narasi ini menurut saya termasuk ciri yang kuat dalam Grey&#8217;s Anatomy dan salah satu bagian favorit saya.</p>
<p>Sebenarnya secara keseluruhan, plot yang ada dalam Grey&#8217;s Anatomy sangat halus, dan tampaknya bukan plot besar. Hanya plot sehari-hari, seperti bagaimana hubungan cinta Meredith dan Derek, atau hubungan Cristina dan Burke, atau Izzie dan Alex. Bagaimana masalah menimpa hubungan mereka di episode ini dan kelanjutannya di episode selanjutnya. Meskipun begitu, seri ini menjadi salah satu prime time serial di Amerika Serikat. Saya tidak terkejut, bagaimanapun juga, saya suka serial ini. Untuk review yang saya rekomendasikan, silakan kunjungi <a href="http://www.ultimatedisney.com/greysanatomy-season1.html"> halaman ini</a>.</p>
<p>Oke, jadi apa yang saya suka dari Grey&#8217;s Anatomy? Saya akan jelaskan. Cekidot!</p>
<p><strong>1. Grey&#8217;s Anatomy tidak punya Mary Sue atau Gary Stu</strong></p>
<p>Mary Sue atau Gary Stu adalah sebutan untuk tokoh yang sempurna dalam segala-galanya dari sananya. Dia cantik, baik hati, pintar, polos, ramah, tidak egois, dan yang jelas jadi rebutan banyak pria (kalau wanita) dan tampan, baik hati, pintar, jantan, pemberani, lembut, dan digilai banyak wanita (kalau pria). Mary Sue dan Gary Stu ini mudah sekali dijumpai dalam banyak karya. Contoh paling mudah adalah Bella Swan dari Twilight.</p>
<p>Nah, di Grey&#8217;s Anatomy, di episode 1.1 saya sempat melihat Meredith Grey sebagai salah satu dari Mary Sue. Dia putri dari Ellis Grey, dokter bedah terhebat pada zamannya dulu. Dia bisa mendapatkan Derek Shepherd, the McDreamy of the hospital. Tapi seiring berjalannya waktu, saya bisa melihat bahwa Meredith Grey bukan Mary Sue, terutama di season 2, karena Mary Sue tidak akan tidur dengan 3 pria berbeda. Meskipun sayangnya kasus bom di episode 2.16-2.17 agak mengacaukan ke-nonmarysue-an Meredith. Tapi Meredith masih punya sisi egois. Dia tidak menyukai ibunya, dan menganggap bahwa ibunya terkena Alzheimer itu memalukan, karena itu dia merahasiakan keberadaan ibunya dari seluruh rekan kerjanya di rumah sakit. Mary Sue jelas tidak akan melakukan hal seperti itu. Tokoh lainnya, George, Izzie, Cristina, dan Alex, jelas tidak masuk kategori Sue, dengan alasan yang sebaiknya Anda temukan sendiri setelah melihatnya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>2. Grey&#8217;s Anatomy bukan bundelan mimpi</strong></p>
<p>Serial TV, apalagi jika genrenya drama seperti Grey&#8217;s, punya kecenderungan untuk jadi dramatis. Dramatis di sini bisa berarti salah satu dari para tokoh utama, misalnya Izzie, tengah menghadapi seorang wanita yang ingin ovarium dan payudaranya diambil karena dia tidak ingin terkena kanker turunan dari orang tuanya. Izzie mencoba meyakinkan wanita itu agar tidak melakukannya, karena menurut Izzie, manusia tidak bisa menghilangkan bagian tubuhnya begitu saja, karena itu adalah <em>bagian dari tubuh</em>. Pembicaraan dengan wanita itu dan pembicaraan dengan Alex, pacar Izzie, tentunya dengan sedikit ledakan emosi dari Izzie, jika Grey&#8217;s ini benar-benar dramatis, harusnya endingnya wanita itu tidak jadi mengangkat ovarium dan payudaranya. Tapi tidak. Kenyataannya, Izzie hanyalah dokter muda di SGH, dan Izzie tidak kenal wanita itu secara pribadi. Sekalipun Izzie marah, emosi pada wanita itu, tapi Izzie tetap saja cuma dokter muda, yang opininya tidak berpengaruh terhadap kenyataan di dunia ini.</p>
<p><strong>3. Grey&#8217;s Anatomy bukan sekedar bercerita tentang operasi dan orang sakit, tapi tentang kehidupan.</strong></p>
<p>Meskipun adegan-adegan di Ruang Operasi merupakan salah satu daya tarik tersendiri (bagi saya sih) di Grey&#8217;s, tapi yang paling menarik adalah cara Grey&#8217;s Anatomy mengajak penontonnya untuk melihat kehidupan secara lebih dekat. Seperti yang saya bilang, setiap episode akan selalu diawali dengan narasi tentang kehidupan. Dalam satu episode, kita bisa belajar bahwa setiap orang pasti punya kecenderungan untuk berbohong, atau bahwa tiap orang tidak akan bisa menyimpan rahasia selamanya, atau masalah-masalah hidup lainnya.</p>
<p>Masalah dalam hidup ini ada banyak, seperti ketahuan telah membohongi atasan, atau memergoki pacar kita selingkuh, atau terkena ancaman dipecat, atau tanpa sengaja melakukan kesalahan saat operasi sehingga pasien yang seharusnya sehat justru makin sakit. Kita tidak akan bisa menghindar dari kesalahan, seteliti apa pun kita, seperfeksionis apa pun kita, masalah dan kesalahan akan selalu mengikuti kita, mencari celah untuk muncul dan membuat kita depresi. Tapi yang bisa saya &#8211; dan mungkin Anda &#8211; pelajari adalah, bahwa saat kita melakukan kesalahan, hidup tetap harus berlanjut. Mungkin hari ini bos kita mengancam akan memecat kita, karena kesalahan yang sebenarnya bukan salah kita, tapi hanya karena kita berada di tempat, waktu, dan suasana yang salah. Mungkin hari ini saya menghilangkan uang milik orang tua sebesar 1 juta dalam perjalanan pulang dari bank, dan nanti malam saya akan disidang keluarga. Mungkin hari ini Anda putus dengan pacar Anda. Tapi apa pun yang terjadi hari ini, kita masih punya hidup yang harus diurus besok. Karena itu, seburuk apa pun masalah yang kita dapatkan, terima saja. Lalu selesaikan. Kalau tidak selesai, coba lagi. Kalau memang kita lelah mencoba menyelesaikannya, seperti kata-kata di cover binder Campus saya,</p>
<blockquote><p><em>Rest if you mus, but don&#8217;t quit</em></p></blockquote>
<p>Itulah yang saya tangkap dari Grey&#8217;s Anatomy. Dan karena itu saya menyukainya. Anda penasaran? Silakan download. Saya merekomendasikan <a href="http://cinema3satu.blogspot.com/2009/01/greys-anatomy.html"> cinema3satu </a> . Anda tidak peduli? Well, have a nice day. Terima kasih sudah membaca =D</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reikira.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reikira.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reikira.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reikira.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reikira.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reikira.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reikira.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reikira.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reikira.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reikira.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reikira.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reikira.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reikira.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reikira.wordpress.com/166/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reikira.wordpress.com&amp;blog=5013011&amp;post=166&amp;subd=reikira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reikira.wordpress.com/2010/08/30/greys-anatomy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37b3bf841451bb0b104decc0a399f635?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">kira</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reikira.files.wordpress.com/2010/08/greys-anatomy-season-4-wallpaper.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">greys-anatomy-season-4-wallpaper</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Cara Kita Menghargai Mereka?</title>
		<link>http://reikira.wordpress.com/2010/08/15/bagaimana-cara-kita-menghargai-mereka/</link>
		<comments>http://reikira.wordpress.com/2010/08/15/bagaimana-cara-kita-menghargai-mereka/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2010 03:29:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>reikira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reikira.wordpress.com/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya Kutipan di atas, adalah kutipan yang sudah sangat umum. Entah siapa yang pertama kali mencetuskan kalimat tersebut. Kutipan yang saya kenal dan saya hafal sejak kalimat itu muncul di buku paket Bahasa Indonesia kelas 5 SD terbitan Balai Pustaka. Dulu saya percaya-percaya saja, maklum masih SD, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reikira.wordpress.com&amp;blog=5013011&amp;post=162&amp;subd=reikira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya</p></blockquote>
<p>Kutipan di atas, adalah kutipan yang sudah sangat umum. Entah siapa yang pertama kali mencetuskan kalimat tersebut. Kutipan yang saya kenal dan saya hafal sejak kalimat itu muncul di buku paket Bahasa Indonesia kelas 5 SD terbitan Balai Pustaka. Dulu saya percaya-percaya saja, maklum masih SD, masih polos.</p>
<p>Lalu waktu SMP, saya mulai berpikir, kenapa untuk jadi bangsa yang besar harus menghargai pahlawan dulu? Saya tidak mengerti kenapa hanya dengan menghargai pahlawan &#8211; anggap caranya adalah dengan belajar tentang mereka, tahu riwayat mereka, dll &#8211; bisa membuat bangsa kita jadi bangsa yang besar? (waktu itu saya lumayan bingung juga maksudnya bangsa yang besar itu bangsa yang bagaimana). Bukan berarti saya tidak menghargai pahlawan. Saya menghargai dan bangga pada pahlawan itu, tapi alasannya adalah karena mereka telah berjuang keras memerdekakan bangsa Indonesia dulu. Saya sadar bahwa pahlawan memang harus dihargai atas pengorbanan mereka yang luar biasa dulu, tapi saya tetap belum mengerti apa hubungannya menghargai pahlawan dengan kebesaran suatu bangsa.</p>
<p>Lalu, pagi tadi saya menemukan <a href="http://sorot.vivanews.com/news/read/170944-pahlawan-sains-indonesia"> artikel tentang para pahlawan sains ini </a></p>
<p>Indonesia, yang saat ini bukan berada dalam masa kejayaannya, yang tengah mengalami banyak masalah terkait tabung gas yang tidak aman, moral para public figure idola remaja, dan proses pengadilan seseorang yang dituduh teroris, ternyata punya segepok penemuan di bidang teknologi sains yang membuat saya sangat bangga saat membacanya.<br />
Bangga sekaligus heran, karena kok bisa ya selama ini saya tidak pernah tahu tentang hal ini?<br />
Silakan cek daftar penemuannya:<br />
1. Th. 1954 &#8211; Sikumbang X-01 &#8211; Pesawat propeller dengan kecepatan 260km/jam.<br />
2. Th. 1955 &#8211; Penemuan teori 23 kromosom pada manusia oleh Dr. Joe Hin Tjio, ahli cytogenetics asal Indonesia<br />
3. Th. 1961 &#8211; Penemuan pondasi cakar ayam oleh Prof. Dr. Ir. Sedijatmo<br />
4. Th. 1979 &#8211; Penemuan metode pemadaman kebakaran oleh Randall Hartolaksono<br />
5. Th. 1988 &#8211; Penemuan metode kromatografi tercepat oleh Prof. Dr. Rahmiana Zein<br />
6. Th. 2000 &#8211; Penemuan teknik pengeringan sperma oleh Mulyono<br />
7. Th. 2006 &#8211; Pemindai 4 dimensi oleh Dr Warsito Purwo Taruno</p>
<p>Yang di atas hanya sebagian yang saya masukkan. Masih ada 3-4 penemuan lain yang tidak saya cantumkan, dan saya yakin ratusan penemuan lain yang belum dicantumkan oleh link yang saya beri di atas. Lebih baik Anda langsung kunjungi link di atas, karena saya kurang cerdas dalam menguraikan kehebatan penemuan beliau-beliau di atas. Sekali lagi, penemuan mereka di atas, jauh lebih hebat dari sekedar judul tiap penemuan yang saya berikan.</p>
<p>Yang jelas, Anda harus tahu dan bangga bahwa anak negeri pun bisa menciptakan teknologi sains yang menakjubkan.</p>
<p>Lalu, saya baca artikel bagian 4-nya, dan saya menemukan kalimat ini:</p>
<blockquote><p>Dari bangsa ini, sudah banyak yang memberikan kontribusinya masing-masing pada dunia keilmuan yang digelutinya. Sayangnya bangsa kita belum terbiasa untuk menghargai hasil karya keilmuan mereka</p></blockquote>
<p>Saya jadi senyum-senyum sendiri (merasa tersindir). Karena seperti yang saya bilang, saya bahkan tidak tahu hubungan antara menghargai para pahlawan dengan kebesaran bangsa. Tapi setelah saya baca link tersebut, saya sadar.</p>
<p>Bahwa yang disebut pahlawan bukan hanya mereka yang sudah meninggal karena berjuang memerdekakan bangsa kita dulu. Bahwa para anak-anak bangsa yang mampu menciptakan temuan-temuan hebat di atas, adalah juga pahlawan. Lalu saya sadar arti kata-kata &#8216;Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya&#8217;.</p>
<p>Karena saya merasakannya sekarang. Negeri kita, Indonesia, dengan orang-orang seperti saya, selama ini kurang menghargai beliau para pahlawan masa kini. Mereka punya ide yang hebat, namun kita orang-orang Indonesia menolak memproses ide mereka dengan alasan klasik tak punya biaya dan bahwa ide mereka tidak laku dijual. Mereka mengalah, dan akhirnya mereka pergi ke luar negeri untuk memproses ide mereka. Ide mereka jadi, mereka kembali ke kita, menawarkan ide yang telah diproses tersebut pada kita, namun lagi-lagi kita menolak, alasannya tak punya modal untuk mengembangkan. Akhirnya terpaksa, olahan ide tersebut mereka tawarkan ke luar negeri, dan mereka disambut baik di sana. Ide luar biasa mereka dibeli orang luar, dan dengan ide tersebut negara-negara lain mampu mengembangkan teknologi yang merajai pasar dunia, yang akhirnya membesarkan negara mereka.</p>
<p>Teknologi pengeringan sperma, teknologi pemindai 4 dimensi, 4G, semuanya adalah hasil karya anak bangsa Indonesia. Tapi karena kita tidak menghargai semua itu, hak paten keseluruhan penemuan itu dibeli oleh perusahaan asing, hingga akhirnya merekalah yang mencicipi keringat pahlawan-pahlawan kita itu.</p>
<p>Saya sadar, kita tidak menghargai para pahlawan kita, dan bangsa kita tidak menjadi lebih besar karenanya.</p>
<p>Lalu, saat ini, mulai sekarang, saya ingin lebih menghargai mereka. Meskipun yang bisa saya lakukan sebagai pelajar SMA yang bodoh dan tidak tahu apa-apa ini hanyalah dengan menulis post ini di blog saya.</p>
<p>Karena setidaknya, saya ingin siapapun yang membaca blog ini, tahu, bangga, dan akhirnya bisa menghargai, para pahlawan-pahlawan bangsa masa kini seperti beliau-beliau di atas.</p>
<p>Kepada para pejuang dan pahlawan Indonesia, baik yang dulu maupun sekarang, terima kasih atas kerja keras kalian.</p>
<p>Dirgahayu Indonesiaku.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reikira.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reikira.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reikira.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reikira.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reikira.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reikira.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reikira.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reikira.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reikira.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reikira.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reikira.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reikira.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reikira.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reikira.wordpress.com/162/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reikira.wordpress.com&amp;blog=5013011&amp;post=162&amp;subd=reikira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reikira.wordpress.com/2010/08/15/bagaimana-cara-kita-menghargai-mereka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37b3bf841451bb0b104decc0a399f635?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">kira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mimpi</title>
		<link>http://reikira.wordpress.com/2010/07/05/mimpi/</link>
		<comments>http://reikira.wordpress.com/2010/07/05/mimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2010 04:47:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>reikira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reikira.wordpress.com/?p=151</guid>
		<description><![CDATA[Malam itu jalanan di luar rumah agak ramai. Maklum, malam minggu. Sepeda motor berseliweran di jalanan, dengan beragam penumpang. Anak muda yang pacaran, keluarga yang berjalan-jalan, pria-pria, wanita-wanita. Semua melebur di jalan raya. Namun di dalam rumahnya, di kamarnya, gadis itu seakan tak peduli dunia luar. Dia di tempat tidur, bersandar pada bantal. Separuh tubuhnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reikira.wordpress.com&amp;blog=5013011&amp;post=151&amp;subd=reikira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Malam itu jalanan di luar rumah agak ramai. Maklum, malam minggu. Sepeda motor berseliweran di jalanan, dengan beragam penumpang. Anak muda yang pacaran, keluarga yang berjalan-jalan, pria-pria, wanita-wanita. Semua melebur di jalan raya. Namun di dalam rumahnya, di kamarnya, gadis itu seakan tak peduli dunia luar. Dia di tempat tidur, bersandar pada bantal. Separuh tubuhnya tertutup selimut. Matanya tak berkedip menatap layar netbook yang disangganya di pangkuan, mengikuti gerak-gerak karakter yang berseliweran di sana.<br />
Bleach, anime yang sedang dia tonton. Secara maraton, tentu saja. Akhir-akhir ini dia kecanduan anime itu. Telat memang, tapi anime itu memang dia temukan secara tidak sengaja di harddisk portabel milik teman kakaknya. Karena akhir-akhir ini dia merasa bosan, jadi anime itu dia kopi ke netbooknya dan disinilah dia sekarang, di malam minggu, tanpa peduli dunia luar, tenggelam ke dunia shinigami dan makhluk-makhluk lainnya.<br />
Episode 215. Dalam anime itu, Ichigo bilang, tugasnya bukan untuk melindungi kota Karakura. Tugasnya adalah untuk melindungi temannya. Si gadis tampak sangat terpengaruh oleh ucapan ini. Mungkin karena kemampuan berpikir secara realistisnya memang rendah, gadis itu berbisik pada dirinya sendiri, “Aku juga, ingin jadi lebih kuat, agar aku bisa melindungi teman-temanku!” meskipun dia sendiri juga tahu bahwa di dunia nyata ini, teman-temannya tidak butuh perlindungan, karena di sini tidak ada hollow, apalagi arrancar yang mengincar kematian teman-temannya.<br />
‘Tapi,’ gadis itu berpikir. ‘Mungkin mereka bisa diganggu preman, atau penjahat yang bawa senjata. Mereka bisa saja diculik, disandera. Jika suatu saat hal seperti itu memang terjadi, aku harus bisa melindungi mereka. Aku ingin melindungi mereka! Tekadku sudah bulat, aku janji!’<br />
Malam sudah larut dan gadis itu pun tertidur tanpa sempat menshutdown netbooknya. Meski begitu, gadis yang mencoba ikut berpartisipasi dalam pencegahan krisis energi itu masih sempat melipat netbooknya hingga setidaknya masuk ke mode hibernate dan mematikan lampu yang saklarnya tepat di samping tempat tidurnya.<br />
Lalu gadis itu bermimpi.<br />
Ia sedang berada di dalam sebuah bus. Bersama teman-temannya di klub bahasa Inggris di sekolah. Mereka akan pergi berwisata, ke sebuah waduk di Saradan, namanya Waduk Bening. Teman-temannya yang dia sayang ada semua di dalam bus itu. Mereka menyanyi-nyanyi, tertawa, bercanda. Saat itu malam hari.<br />
Lalu, entah bagaimana, bus yang mereka tumpangi berubah menjadi mobil bak terbuka, dan mereka bukannya sampai di waduk yang jadi tujuan, tapi malah sampai ke semacam desa sepi di pinggiran hutan. Lalu teman-temannya satu demi satu melompat turun dari bak, sekitar 15 orang. Mereka tiba-tiba mengambil senjata tajam yang entah dari mana muncul, satu orang satu. Lalu salah satu dari mereka, seorang teman yang sangat dikenal oleh gadis itu maju dan berkata.<br />
“Maaf, Yu-san. Aku terpaksa melakukan ini. Akan kucabut nyawa kalian satu-persatu. Itu semua terpaksa kulakukan demi mengganti mobil bak ini dengan kendaraan yang layak.”<br />
Semua anak yang tersisa dalam bak, mungkin sekitar 30-an, menjerit dan berhamburan keluar dari bak, mencoba melarikan diri. Namun dengan sigap 15 pengkhianat tadi menyerang mereka, melukai mereka. Gadis itu bisa melihat teman-temannya dilukai, ditusuk, berdarah-darah. Dan dia menyadarinya, tak lama lagi gilirannya tiba. Rasa takut menyergap seluruh tubuh dan perasaannya.<br />
Tapi ia gadis yang kuat, dengan rasa marah karena pengkhianatan dan insting untuk menyelamatkan diri, diraihnya sebilah sabit yang tergeletak di meja. Sayang, dalam usahanya mengambil sabit itu, temannya yang tadi bicara, salah satu temannya yang terbaik, menghalangi jalannya. Ia bisa merasakan sakitnya tangan sebelah kanannya yang terkena tusukan pisau. Ia rasakan perihnya, darahnya yang mengalir. Semua terjadi begitu nyata. Tapi dia tidak akan menyerah. Diraihnya sabit dan diayunkannya ke arah sang teman. Temannya mundur sedikit, dan digunakannya kesempatan itu untuk lari menjauh dari area perang, sambil mengayun-ayunkan sabitnya. Ia bisa merasakan mata pisau dari para pengkhianat yang sedang menghabisi temannya menggores kulitnya secara tidak sengaja saat ia mencoba melarikan diri. Di seluruh tubuh. Lengan, tangan, kaki, punggung, bahkan seseorang berhasil menggores pipinya. Sakit.<br />
Entah karena keberuntungan atau apa, gadis itu berhasil menyelamatkan diri. Di antara dinding bambu rumah-rumah penduduk desa yang gelap, dia bersandar.<br />
Lalu gadis itu terbangun. Nyaris berteriak karena rasa sakit yang dia rasakan hampir di sekujur tubuh. Gadis itu bertanya-tanya apakah luka yang dia alami di mimpi tadi nyata. Begitu otaknya sudah cukup mampu mencerna, ia paham ternyata rasa sakit tadi adalah karena ia dikeroyok nyamuk. Nyamuk muda yang gigitannya menyakitkan. Karena ketiduran, ia lupa memasang obat nyamuk listrik.<br />
Bangkit dari berbaringnya, gadis itu mencoba me-replay mimpinya – kebiasaannya setelah bangun tidur. Namun saat itu juga dia tertegun. Bukan karena gigitan nyamuk yang luar biasa parah di sekujur tubuhnya. Bukan juga karena mimpi tadi benar-benar mimpi yang buruk. Tapi dia ingat, bahwa dia berlari.<br />
Dalam mimpi itu, dia berlari. Untuk menyelamatkan diri. Bukan untuk menyelamatkan temannya.<br />
Dia dikejutkan oleh rasa takut. Rasa takut bahwa dia sebenarnya begitu rendah. Karena dia tahu, dia dalam mimpi tadi mengambil sabit dan maju menyerang untuk melarikan diri agar dirinya sendiri selamat. Ia tidak mengambil sabit untuk maju di antara temannya dengan lawannya, agar teman-temannya selamat. Tepat di saat sebelum tidur, ia berjanji jika suatu saat terjadi hal seperti itu, ia akan melindungi temannya.<br />
Memang benar itu cuma mimpi. Tapi dalam mimpi tadi, ia bisa merasakannya. Bahwa dalam keadaan seperti itu, ia takut merasakan sakit, ia takut mati, ia takut pisau yang dipegang para pengkhianat itu menusuknya. Karena itu instingnya menyuruhnya menyambar sebuah sabit dan menyerang musuh, agar ada celah untuk melarikan diri. Melarikan diri agar dia selamat. Yang membuatnya merasa jijik pada dirinya sendiri adalah, selama instingnya mengendalikan dirinya, ia tidak terpikirkan akan keadaan temannya sama sekali. Dalam pikirannya hanya ada pikiran bagaimana agar dirinya selamat. Sama sekali tidak pernah terpikirkan, apakah temannya juga sempat menyambar sabit seperti dirinya dan melarikan diri. Tidak pernah terpikirkan, apakah temannya membutuhkan bantuan. Dia tahu, sepenuhnya tahu bahwa teman-temannya sedang dalam bahaya. Tapi tidak pernah terpikirkan olehnya, untuk melindungi teman-temannya. Bahkan dia akan merasa lebih baik, jika ia sadar bahwa ia harus melindungi teman-temannya tapi terpaksa tidak melakukannya karena dia tidak sanggup. Tapi kenyataannya (mungkin bukan kenyataan, mungkin cuma mimpi, tapi itu pun sudah cukup mengerikan), bahkan pikiran tentang melindungi teman tidak pernah terlintas dalam benaknya.<br />
Ia mencoba mencari berbagai alasan untuk memaafkan tindakannya. Bahwa itu adalah perbuatan instingnya, bukan hatinya. Tapi justru jika itu adalah instingnya, maka hal ini jadi lebih buruk lagi. Serendah itukah derajatnya sebagai manusia karena bahkan dalam instingnya pun ia tidak punya rasa setia kawan? Seegois itukah dia sampai instingnya pun mengarahkannya untuk hanya memikirkan diri sendiri.<br />
Gadis itu merasa matanya basah. Mimpi tadi seolah peringatan dari Tuhan agar dia tidak terlalu sombong, berkata akan melindungi temannya padahal dia bukan apa-apa, bukan siapa-siapa. Gadis itu berbaring lagi, memejamkan mata meski tidak tertidur.<br />
Tuhan, maafkan aku jika aku terlalu angkuh. Tapi kumohon, jika memang saat ini aku memang serendah dalam mimpiku itu, izinkan aku untuk jadi lebih kuat, untuk besok dan seterusnya. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reikira.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reikira.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reikira.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reikira.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reikira.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reikira.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reikira.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reikira.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reikira.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reikira.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reikira.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reikira.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reikira.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reikira.wordpress.com/151/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reikira.wordpress.com&amp;blog=5013011&amp;post=151&amp;subd=reikira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reikira.wordpress.com/2010/07/05/mimpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37b3bf841451bb0b104decc0a399f635?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">kira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Blogger Pemalas dan Kemunafikan</title>
		<link>http://reikira.wordpress.com/2010/07/05/blogger-pemalas-dan-kemunafikan/</link>
		<comments>http://reikira.wordpress.com/2010/07/05/blogger-pemalas-dan-kemunafikan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2010 04:22:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>reikira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reikira.wordpress.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[Huah, udah lama banget sejak gw terakhir nulis postingan di blog ini. Rasanya jadi malu sendiri. Blog ini umurnya hampir 2 tahun, tapi isinya baru 34 post. Kalau dipikir-pikir lagi, gw bener-bener bukan penulis yang produktif. Gw tahu kalo gw sibuk, tapi seharusnya itu nggak gw jadikan alasan buat berhenti nulis. Lagipula kalo dilihat-lihat lagi, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reikira.wordpress.com&amp;blog=5013011&amp;post=148&amp;subd=reikira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Huah, udah lama banget sejak gw terakhir nulis postingan di blog ini. Rasanya jadi malu sendiri. Blog ini umurnya hampir 2 tahun, tapi isinya baru 34 post. Kalau dipikir-pikir lagi, gw bener-bener bukan penulis yang produktif. Gw tahu kalo gw sibuk, tapi seharusnya itu nggak gw jadikan alasan buat berhenti nulis. Lagipula kalo dilihat-lihat lagi, sebenernya kesibukan gw tentunya jauh dari kesibukan orang-orang lain yang juga ngeblog. Gw sering liat anak-anak SMA yang seumuran gw, yang kemungkinan besar sama sibuknya atau mungkin juga lebih sibuk dari gw, tetep bisa nulis blog sampe hampir ratusan post, dengan umur blog yang nggak jauh beda dari gw. Belum lagi mahasiswa-mahasiswa yang keliatannya tugasnya bejibun banget sampe mereka nggak bisa nafas (thanks to certain someone buat yang ini, karena dia nggak pernah capek ngomongin tugas-tugas mahasiswanya ke gw). Apalagi para profesional yang yah, namanya aja profesional, pasti sibuknya nggak bisa dibayangin, yang entah mereka itu chef atau dokter atau dosen atau desainer atau penyanyi atau apapun lah, tapi mereka tetap mencoba meluangkan waktu untuk menulis sesuatu di blog, untuk dibagi. Dan mungkin mereka juga nggak begitu aktif, tapi setidaknya, gw yakin mereka itu cukup aktif sehingga blog mereka, kalau umurnya 2 tahun, tidak akan terisi dengan 34 post doang.<br />
Maksud gw, beneran deh, 2 taun lo, cuma 34 post *beneran malu banget. nggak tau harus nyembunyiin muka di mana. untung gw anonim hahaha*. 2 tahun berarti 24 bulan. Dan 34 post 2 tahun, itu berarti bahkan dalam sebulan gw ngepost ga sampe 2 kali. Aaargh. Padahal, dulu gw udah sempet punya resolusi, minimal harus ngupdate seminggu sekali. Itu resolusi gw waktu blog ini baru lahir. Tapi ternyata, gw terlalu malas untuk mewujudkan resolusi itu. Dan akhirnya gw bahkan lupa kalo dulu gw pernah janji kaya gitu ke diri gw sendiri. Dan entah kenapa tiba-tiba gw inget itu resolusi. Gw inget itu janji. Dan begitu gw cek statistik blog gw di dashboard, DUENG.<br />
Angka 34 itu tertawa nista di hadapan gw.<br />
Jadi gw ambil keputusan deh, gw masih pengen mewujudkan resolusi itu. Entah nanti postnya bakalan jadi garing, atau gak berguna, tapi aku pengen seenggaknya ada usaha dari diri gw untuk terus nulis di blog ini. Aku akan berusaha untuk menulis di blog ini lebih sering. Gak janji sih seminggu sekali. Apa pun yang bisa aku tulis.<br />
Waktu awal punya blog ini, gw rasanya seneng banget, seolah-olah gw punya berbuncah-buncah ide, yang kalo gw post tiap hari di blog ini pun ga bakalan habis. Gw semangat banget nyari ide kemana-mana, trus ngolah kata-kata buat postingan. Dan kalo udah diposting, rasanya lega tapi juga deg-degan ‘gw salah gak ya tadi posting tulisan kayak gitu, jelek banget sih, ntar kalo diketawain yang baca malu seumur hidup gw dong’. Haha, tapi makin lama, gw kena virus malas ini. Yang bikin gw males nyari ide, males bikin kata-kata yang enak dibaca, bahkan main ke wordpress pun males. Dan yang lebih rese lagi, meskipun gw tahu sebabnya adalah karena gw males, gw mencoba memaklumi kemalasan gw dengan alasan ‘gw kan orangnya sibuk. gw harus sekolah, ekstra, debat, etc’ atau ‘hmm&#8230; akhir-akhir ini gak ada ide. maklumlah kan otak gw kesita pikirannya buat hal-hal lain yang lebih penting’.<br />
Tapi gw sekuat tenaga berusaha biar blog ini tetap hidup, tetap jalan. Hasilnya banyak deh post-post pendek nggak berguna (ya, yang Anda baca ini salah satunya. Yang lainnya boleh dilihat di arsip. Ada beberapa kok yang parah banget) yang gw buat hanya untuk ‘mempertahankan hidup blog ini’, biar blog ini nggak mati seperti banyak blog lain yang rajin diupdate empunya di awal-awal karena si empu itu tertarik dengan tren ngeblog atau karena dia ngeliat ‘blogosphere is cool’ tapi terus ditinggal begitu si empunya merasa ngeblog udah ketinggalan zaman dan ‘blogosphere is no more cool’. Hoho, tapi no offense ya. Gw nggak akan nggak suka sama orang yang meninggalkan blognya karena ada alasan yang bener. Dan gw rasa alasan ‘ngeblog udah nggak tren’ atau ‘blogosphere is no more cool’ bukanlah alasan yang bener. Tapi ya ini cuma opini aja ya, namanya juga blog hahaha. There is no absolute truth anyway.<br />
Anyway, gw merasa munafik aja, karena jujur gw sebel kalo gw terlanjur suka sama suatu blog dan blog itu updatenya gila aja, harus nunggu revolusi bulan. Tapi setelah gw liat statistik blog ini&#8230; hiks, ternyata gw sama aja malesnya. Lebih parah mungkin. Salut buat orang-orang yang sebulan bisa ngepost sampe 50 lebih tulisan, dengan catetan itu bukan tulisan saduran atau copy-paste, sekalipun copasnya itu pake sumber.</p>
<p>Jadi ringkasnya, hari ini gw sadar bahwa gw adalah seorang blogger pemalas yang munafik (waduh T_T). Dan lewat post ini gw pengen mengubah kemalasan dan kemunafikan itu. Gw janji, dan gw harap gw nggak akan menjilat ludah sendiri (wiii, bahasanya).<br />
Maaf ya kalo post ini nggak berguna buat dibaca. Gw emang lagi pengen, dan butuh tempat untuk menulis perasaan gw ini, dan yah, mana lagi tempat yang tepat kalo bukan di blog ini? Secara emang masalahnya gara-gara blog ini juga. </p>
<p>Anyway, sekarang rasanya udah agak lega. <br />
So, udah gak ada gunanya meratapi statistik, mendingan langsung aja publish terus bikin new post. Kalo mau baca, silakan ke post selanjutnya :p</p>
<p>P.S:<br />
Sebenernya saya nggak terlalu suka lho, nulis ala ‘curhat’ gitu. Apalagi pake kata ganti ‘gw’. Saya lebih suka formal, pake ‘saya’ haha. Nggak ngerti juga kenapa. Tapi untuk kasus kali ini, it can’t be helped. Semoga, post-post saya selanjutnya bisa lebih berguna buat dibaca ^_~</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reikira.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reikira.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reikira.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reikira.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reikira.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reikira.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reikira.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reikira.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reikira.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reikira.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reikira.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reikira.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reikira.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reikira.wordpress.com/148/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reikira.wordpress.com&amp;blog=5013011&amp;post=148&amp;subd=reikira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reikira.wordpress.com/2010/07/05/blogger-pemalas-dan-kemunafikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37b3bf841451bb0b104decc0a399f635?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">kira</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
