Dan Aku Tak Akan Pernah Puas

2009 April 5
by reikira

Manusia adalah orang yang serakah. Tidak pernah puas atas segala sesuatu yang sudah dimilikinya. Sudah punya sepeda, pengen motor. Punya motor pengen mobil. Punya mobil pengen truk. Punya truk pengen bajaj. Ahaha, contohnya garing ya? Ini mah persis ceramahnya Pak Ustad masjid waktu Maulud kemaren!

Tapi memang manusia adalah orang yang serakah. Kalau manusia tidak serakah, maka tak akan ada pepatah-pepatah macam “Rumput tetangga selalu lebih hijau” dan “lumba-lumba tetangga selalu terlihat lebih lucu”. Aduh, mulai ngaco nih.

Serakah itu selalu diasosiasikan dengan sifat. Dan sifat yang diasosiasikan dengan serakah itu adalah sifat buruk (kok rasanya kalimatnya njelimet?). Kenapa sifat buruk? Nah, itulah pertanyaannya.

Sebagai seorang debater, bagi saya pertanyaan kenapa a.k.a why adalah pertanyaan yang menyebalkan. Karena kalau ada pertanyaan kenapa maka itu berarti kita harus menjawab karena. Dan karena itu berarti kita harus menjelaskan. Dan menjelaskan itu menyebalkan. Soalnya penjelasan itu harus rinci. Rinci itu panjang. Dan panjang itu menghabiskan waktu. Belum lagi, saya memang tidak terlalu suka menjelaskan. Dan satu alasan lagi, pertanyaan kenapa itu selalu berbuntut. Kenapa berbuntut? Karena kenapa memerlukan jawaban. Kenapa memerlukan jawaban? Karena itu adalah pertanyaan. Kenapa itu adalah pertanyaan? Ah, stop. Sudah mengerti maksudnya, kan?

Tapi, kenapa adalah teman baik saya, kalau saya jadi orang yang bertanya :) . Duh, kok jadi ngomongin kenapa ya?

Jadi, kita balik ngomongin serakah lagi.

Serakah itu apa? Apakah itu sifat seseorang yang selalu ingin lebih. Lebih dari sekarang. Lebih dari semua orang. Lebih baik. Lebih cepat. Lebih keren. Lebih lucu. Kalau iya, apa dong indikator orang serakah itu? Orang yang selalu pengen punya apa yang orang lain punya? Orang yang gak suka kalo ada orang lain yang lebih hebat dari dia? Orang yang gak pernah puas terhadap hidupnya?

Well, kalo indikator ketiga diatas itu benar, berarti saya orang serakah. Karena saya seringkali merasa tidak puas dengan hidup saya. Tidak puas karena apa? Banyak hal. Contoh: saya gak puas karena nilai fisika saya 4, saya gak puas karena menurut saya, hidung saya bentuknya aneh. Saya gak puas karena gak bisa beli sepatu yang saya suka banget di Matahari karena harganya menyebalkan. Banyak. Banyak.

Berdosakah saya pada Tuhan? Pastinya. Seharusnya saya bersyukur atas segala yang telah Dia izinkan untuk saya punyai. Tapi selalu saja ketidakpuasan itu ada. Salahkah saya? Ya, salah. Kenapa salah? Aduh, jadi kenapa lagi….

Suatu ketika saya coba untuk puas dengan apa yang saya peroleh. Saya coba puas waktu diledek orang gara-gara hidung kegedean. Saya coba puas waktu sepatu di Matahari kemaren dibeli orang.  Susah sih, tapi saya rela.

Tapi… (ya, ada tapinya) ada satu yang tidak saya relakan. Nilai fisika saya. 4. Nilai apaan tuh? OK. Saya coba puas. Maka waktu saya dipanggil guru dan ditanya pesan-kesan soal nilai saya itu (maksudnya ngasih hukuman), saya jawab:

“Saya puas kok bu dengan nilai ini.”

DHUUUUARR!

Seketika kaca-kaca kelas pecah. Lho, saya barusan berusaha untuk bersyukur tuh, tapi kenapa malah kiamat?

Oh, ternyata itu ledakan amarah guru saya. Saya dimarahi. Seorang pelajar tidak boleh puas dengan apa yang telah dicapainya. Orang yang baik akan terus mencari kepuasan, dengan berusaha lebih baik dari yang sebelumnya. Hingga akhirnya ia akan mencapai kepuasan itu. Kalau orang itu telah merasa puas, disitulah perjalanannya, atau usahanya berakhir. Dan itu tergantung si orang sih, kapan dia mau mengakhiri perjalanannya. Yang jelas, makin panjang perjalanannya, makin lama ia akan mendapat kepuasan, tapi hal yang ia dapatkan juga makin banyak.

Sekarang saya jadi bingung.

Kita harus bersyukur (puas dengan segala yang kita miliki) atau harus berusaha (jangan pernah puas dengan segala yang kita miliki)?

Saya nggak tahu. Juga nggak pengen tahu. Jujur, saya sendiri bingung dengan tulisan di atas. Loh, saya nulis sepanjang ini toh ternyata. Saya belum sepenuhnya kenal dengan diri saya sendiri. Yang saya tahu, saya ini memang sulit buat jadi puas. Yang saya tahu saya banyak dosa. Yang saya tahu saya bingung.

Tapi ya, tapi.

Saya rasa guru saya benar. Kadang rasa tidak-mudah-puas itu memang diperlukan. Atau mungkin selalu diperlukan?

Saya memang tak akan pernah puas.

PS: Meski begitu saya nggak seserakah itu, kok. Saya memang positif dengan indikator orang serakah nomor 3. Tapi yang no. 1  sama 2 enggak kok.

Indikator 1:

Orang yang selalu pengen punya apa yang orang lain punya

Saya nggak.

Orang yang gak suka kalo ada orang lain yang lebih hebat dari dia

Yang ini juga nggak.

Bukti yang mendukung akan saya lampirkan kemudian :mrgreen:

PPS:

Aduh, billingnya udah 7rebu

Recent Update

2009 April 2
by reikira

Just a little update. Ok, hari ini gw cuman mw jujur dikit. Jadi, jadi gw mw berterus terang kalo gw sekarang sekolah di Smazapo. Buat yang gak tau smazapo itu apa, silakan klik di sini .
Hmmm… alasan khusus kenapa saya (eh, kok jadi saya, ya?) berterus terang soal ini adalah karena banyak postingan saya yang terpaksa saya hapus dari rencana terbit, gara-gara niat baik saya untuk jadi anonim.

Yah,,, lagi-lagi ini postingan gak penting gitu. Tapi yah,,, moga-moga bisa jadi jalan baru buat saya untuk posting macem-macem hal di sekolah saya.

Amien.

m_(-_-)_m

Hidup Kira Akhir-akhir Ini

2009 March 19
tags:
by reikira

Udah musim UTS (Ulangan Tengah Semester), jadi kegiatan saya akhir-akhir ini nggak banyak. Tapi, 5 hal yang masih terus saya lakukan adalah….

1. Makan, minum, bernapas, tidur
*minta ditimpuk*
2. Belajar
Lha iya,,,, sok rajin banget. Tumben…
3. Debat
Akhirnya, saya bisa enjoy juga meskipun saya pernah mengalami hal ini
4. Baca buku, nonton film, denger musik
Nggak bisa enggak deh, pokoknya!
5. Hal-hal lain yang nggak begitu penting seperti ngeraut pensil, dll.

Hahaha.

Ya gitu deh…

Blank

2009 March 8
by reikira

Haha,,, saya sudah berbulan bulan gak posting. Pengen sebenernya, tapi aneh, ide kok ya nggak muncul-muncul? Apa yang salah dengan kepalaku? Mungkin… itu namanya blank. Nggak enak banget pokoknya. Pengen nulis, tapi nggak tahu harus nulis apa. Sesekali nekat mau nulis tentang ini. Tapi baru dua paragraf biasanya langsung mandek. Apa daya, teks yang telah diketik pun saya hapus lagi. Habis itu langsung log out. Gak jadi nulis.

Yah… gitu deh

(Postingannya gak penting banget… mudah-mudahan cepet bisa bikin postingan yang keren-keren yah)

Sori… lagi hibernasi

2009 February 12
tags:
by reikira

Saya bener2 minta maaf secara dua bulan gak apdet blog. Banyak alasannya sih, hehehe…

Janji! Bentar lagi pasti apdet lagi!

Dashboard Baru

2008 December 5
by reikira

Hari ini log in ke wordress, eh tiba-tiba ngerasa ada yang beda, hitu. Apaan, ya?

Setelah dipikir-pikir, ternyata desain dashboardnya ganti! (aduh, bukannya udah jelas2 diumumin di halaman depan wordpress?)

Menurut saya desainnya bagusan sekarang, sih. Tapi entah keanapa, di halaman add new post ini, sebagian halamannya ketutup widget.

Saya jadi susah nulis, nih!

Kalo menurut anda-anda semua, bagusan yang lama dpa yang baru?

Seberapa Eksiskah Saya di Dunia Maya?

2008 December 1
tags: ,
by reikira

Karena iseng, tadi saya buka google dan memasukkan nama teman saya yang, mari kita bilang ‘jenius’ (dalam arti yang sebenarnya tentunya :) ). Saya klik search dan hasilnya adalah….

Satu halaman penuh dia kuasai sendiri.

Ada yang dari dikbud-jatim, namanya tertoreh di sana sebagai juara fisika di OSN tahun 2007 kemaren. Ada yang dari koran sini, koran situ, dan koran sana. Semua ngomongin prestasinya yang nggak kira-kira lah, intinya.

Kemudian, saya ganti keywordnya dengan nama asli dan lengkap saya yang terdiri dari 23 digit termasuk spasi (halah!), lalu saya tekan enter.

Dan… oh, itu dia nama saya muncul! Ya, muncul di website depdiknas!

Sebagai…

Peserta Ujian Nasional Tahun 2008
hahaha, congrats me, please….

*ketawa ngenes*

Yeah… Header Baru!

2008 November 22
tags: ,
by reikira

Akhirnya, setelah kesibukan yang menumpuk dan menyita waktu usai, saya bisa mengganti header image blog ini!>_<

Gambar asli diambil dari trekearth.com, saya crop pake photoshop, dan terakhir diupload di sini.

Themesnya juga ganti, nyari-nyari yang warna teksnya orange… sesuai sama headernya :)

Gimana?

Di Bawah….

2008 November 19
tags:
by reikira

Saya termasuk orang-orang yang agak rajin datang ke pertemuan klub debat sekolah saya yang diadakan rutin tiap hari selasa.  Dan kemaren saya juga ikut pertemuan klub debat tersebut.

Materi kemarin adalah bagaimana cara menyusun argumen secara sistematis. Kebetulan, saya mendapat tema THBT CDMA is better than GSM. Kami diharuskan membuat argumen untuk meyakinkan orang-orang bahwa CDMA lebih bagus dari GSM. Ini materi yang sederhana tentu. Tapi…

Tapi saya tidak bisa. Sejak preparing, saya enggak siap. Waktu sekitar 15 menit bagi saya serasa 5 menit, dan dalam 15 menit itu, saya cuma bisa menulis 4 kalimat saja. Akhirnya, waktu praktek datang. Samuel, Raga, Ujik (oke, ini cuma panggilan), dan Rahma, semua bisa. Lancar bicara, gak gagap, logis, dan argumennya bagus sekali.

Giliran saya. Saya maju. Saya ga deg-degan, saya blank. Saya ga tau harus ngomong apa. Saya ga tau kenapa. Seharusnya saya berimprovisasi, sekalipun ngawur. Tapi namanya blank, mau ngawur soal apa? Seluruh vocab saya hilang, berhamburan. Saya bicara terpatah-patah. So bad.

Rasanya malu, sumpah. Kenapa saya bisa begitu? Kenapa saya selalu begitu?

Berada di bawah… rasanya seperti perasaan ini: “saya tahu saya bisa, seharusnya saya bisa, tapi kenapa kenyataannya tidak bisa?”

Tidak bisa bicara, mendadak bisu disaat kamu harusnya menjelaskan argumenmu di ajang DEBAT, sungguh bukan hal yang patut dibanggakan.

Saya mengalami hari yang buruk. Kemarin, maupun hari ini….

edit:

saya kemarin dapat dukungan dari seorang teman yang baik hati dan tidak sombong. Makasih atas dukungannya, ya! :)

Jauh…

2008 November 19
by reikira

Sebelumnya, saya minta maaf atas lamanya absen saya di blogosphere…. Bukannya saya males ngeblog, bukan, tapi ternyata minggu remidi dan persiapan kemah-tiga-hari memakan waktu lebih lama dari yang saya duga. Lalu akhirnya, kemarin hari Senin, waktu saya sudah duduk dengan manisnya di salah satu cubicle warnet dan baru sempet membalas dua komen, tiba-tiba…

tiba-tiba…

listrik mati

oh, yeah… daripada kebanyakan prolog, lebih baik langsung saja masuk ke artikel….

Seperti yang telah saya janjikan sebelumnya.  saya akan publikasikan post saya yang judulnya “Jauh…”

Baik, pernahkan anda merasakan perasaan semacam “dekat tapi jauh”? Tentunya sudah. Itu semacam perasaan dimana anda punya sesuatu yang ingin diraih, dan sesuatu itu begitu dekat dengan anda (dalam arti sebenarnya), tapi rasanya ada semacam dinding penghalang antara anda dan sesuatu itu, yang membuatnya jadi tampak jauh.

Contoh yang mudah adalah sebagai berikut. Suatu siang anda pergi ke kantin sekolah/kampus/kantor untuk makan. Setelah anda memesan makanan anda melihat sekeliling dan mendapati bahwa orang yang anda taksir saat itu sedang berada hanya jarak tiga meja dari anda. Itu jarak yang dekat, kan? Tapi apakah anda berani mendatanginya lalu menyapanya? Hm… saya rasa yang menjawab iya tak sampai 40%.

Perasaan seperti ini biasa terjadi. Sebuah fenomena yang umum. Dan setelah itu anda biasanya akan mengutuki diri sendiri karena merasa pengecut. Yang nggak kuat mental mungkin frustasi, lalu depresi, dan akhirnya bunuh diri (Nggak segitunya, ih. Hiperbolis banget)

Ya, ya, ini umum terjadi. Banyak kejadian begini di masyarakat. Tapi sejauh ini saya belum menemukan artikel psikologi yang membahas soal ini,ya. Atau saya yang bodoh? Mungkin sebenarnya sudah banyak yang membahas, tapi sayanya aja yang nggak sadar? (keliatannya emang gitu, kira!)

Saya penasaran sekali, soalnya saya sendiri sering mengalami hal ini (bukan dengan cowok, bukan!). Tapi saya tak menemukan satu penjelasan pun soal ini. Makanya, kalo ada yang tau, saya pengen minta tolong. :)

Oh, iya, tolong bedakan antara “dekat tapi jauh” dengan “jauh tapi dekat”. “Dekat tapi jauh” adalah yang sedang kita bahas ini, sedang “jauh tapi dekat” adalah semacam kata-kata yang sering dipake dalam lirik lagu pop yang sering dibawakan band-band anak muda negara kita.

hah… kabur dulu, sebelum billing naek :)

ps: post ini saya buat pada hari terakhir sebelum saya kemah, mungkin sekitar tanggal 5, tapi begonya, waktu itu saya tekan save, bukannya publish :)

see, who do foolish here?

me do